Pasangan Asif Ghozali (44) dan Suryati (40) warga Desa Sumberejo, Batur, Kabupaten Banjarnegara, sedang gundah. Buah hatinya, Arumi Adiba Nasha yang baru saja dilahirkan harus mendapatkan perawatan di RSUD Temanggung.
Bayi Arumi mengalami kondisi Gastroschisis setelah dilahirkan. Yakni kondisi cacat lahir pada dinding perut dan usus. Bayi malang itu juga harus dibantu dengan selang pernapasan dan alat bantu lainnya di inkubator.
Asif dan Suryati tidak bisa menahan kesedihannya melihat kondisi Arumi. Mereka bertambah bingung karena untuk melakukan operasi dibutuhkan biaya mencapai Rp 120 juta. Padahal pekerjaan sehari-hari hanya sebagai petani.
"Kami bingung mencari dana sebesar itu, padahal harus dilakukan operasi secepatnya," kata Asmaul Husna, tante Arumi. Demikian dikutip dari Antara, Sabtu (9/3).
Keduanya berharap ada uluran tangan agar bayi Arumi bisa segera dioperasi.
"Sementara ini kami sedang berusaha mencari bantuan dari daerah kami tinggal, kami juga sudah berusaha mencoba minta bantuan pemerintah kabupaten tetapi belum ada respon," katanya.
Mereka juga berharap kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membantu meringankan beban kakaknya dalam membiayai operasi anaknya.
"Si kecil ini belum mempunyai BPJS, jadi biayanya harus ditanggung sendiri, oleh karena itu beban ini sangat berat bagi kami," katanya.
Husna juga menjelaskan bahwa Arumi dilahirkan secara premature di RSI Wonosobo dengan usia kandungan kurang dari delapan bulan. Karena kondisi si kecil yang menderita Gastroschisis maka dirujuk ke RSUD Temanggung.
Suprapti, Kepala ruang Melati RSUD Temanggung, menjelaskan Gastroschisis merupakan kelainan yang terjadi sejak di dalam kandungan.
"Kalau kelainan itu memang tidak normal sejak dalam kandungan, jadi berbagai macam faktornya," ujarnya.
Menurut dia, RSUD Temanggung jarang sekali menemui pasien semacam itu, bayi tersebut harus dirujuk ke RSUP Sardjito Yogyakarta untuk dioperasi karena peralatan di RSUD Temanggung belum memadai.