Longsor menerjang Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kabupaten Sukabumi jelang malam tahun baru. Data terakhir, 13 orang meninggal dunia.
Wilayah Jawa Barat masuk zona rawan bencana. Namun sebagian warga masih memilih tinggal dan hidup berdampingan dengannya.
Sekretaris Desa Sirnaresmi, Vilka Mandala, mengatakan kebanyakan warga bukan tak mau pindah tempat tinggal. Tetapi edukasi kepada warga Sirnaresmi soal mitigasi bencana belum ada. Pengetahuan masyarakat soal kesiapsiagaan menghadapi dan bahaya lokasi rawan bencana masih awam.
"Pendidikan atau mitigasi warga belum mengetahui apakah ini zona merah atau rawan apa, Mereka belum terdidik untuk itu," kata Vilka di kantor kepala desa Sirnaresmi, Kamis (3/12).
Sampai hari ini, pemerintah desa setempat juga belum mempunyai data akurat untuk area rawan longsor, banjir dan musibah lainnya. Hal itu pula yang membuat mereka belum memberikan pendidikan maupun pelatihan tentang mitigasi bencana.
"Ini baru pertama (bencana longsor), tapi sebelumnya sudah pernah longsor-longsor kecil sering karena memang kultural di wilayah kita perbukitan dan pegunungan jadi rawan untuk longsor," ucap dia.
Dia menambahkan, sebagian masyarakat punya alasan memilih bertahan hidup di zona merah tersebut. Selain mudah mencari sumber mata air, lahan sekitarnya cocok untuk bertani.
"Jadi yang dekat sumber mata air kita jadikan pemukiman, memang sebetulnya ibaratnya pola hidup kita memang bertani kita mencari wilayah yang cocok untuk kita dalami," terangnya.
Namun peristiwa longsor lalu sebenarnya membuat mereka leih khawatir dan siap direlokasi. Sayangnya, belum ada arahan serius dari pemerintah setempat.
"Yang pasti dari warga sendiri ketika kita tanya, memang ingin di relokasi. Mereka trauma mungkin dan takut juga kejadian longsor terulang jika tidak direlokasi, tapi saya pribadi atas nama pemerintah desa inginnya di relokasi saja karena lebih baik menghindar, kita cari tempat yang aman yang bisa juga untuk bertani," kata dia.
Diketahui, Desa Sirnaresmi di kampung Cimapag, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dihantam bencana longsor pada Senin (31/12). Kini, masyarakat Desa Sirnaresmi yang selamat dari bencana tinggal dirumah sanak saudara. Selain itu, lokasi yang terbilang rawan longsor lain di kawasan ini adalah Desa Ciptagelar dan Desa Ciptamulya.