Medical Emergency Rescue Commite (Mer-C) tidak hanya membangun rumah sakit Indonesia untuk Myanmar di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myamar. Presidium Mer-C, Sarbini Abdul Mirad menjelaskan ada beberapa tawaran dari negara yang berkonflik untuk membangun rumah sakit, salah satunya di Afrika Tengah dan Yaman.
"Ada tawaran dari Afrika tengah, dari Yaman. Kita lihat mana yang lebih prioritas," kata Sarbini usai bertemu JK di kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Kamis (13/12).
Tidak hanya itu, sebelumnya Mer-C sudah membangun rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina pada 2016. Kemudian saat ini pihaknya sedang membangun rumah sakit Indonesia untuk Myanmar di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myamar.
Project Manager RS Indonesia di Myamar, Idrus Muhammad Alatas menjelaskan pihaknya akan meningkatkan fasilitas di rumah sakit Indonesia di Gaza.
"Kita akan tingkatkan, juga kita akan tingkatkan 2 kali lipat kapasitasnya. Karena ini kebutuhan mereka sekarang akan rumah sakit meningkat. Kami sudah menyiapkan dananya, tinggal izin," kata Idrus.
"Bahwa (kita) juga dengan Pak Wapres kami meminta bantuan untuk dibantu, agar tim kita bisa masuk," tambah Idrus.
Sebelumnya, Rumah Sakit Indonesia serta Mess Indonesia di Komplek Kesehatan di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektare yang diberikan oleh Pemerintah Palestina di Bayt Lahiya, Gaza, Palestina. Pembangunan rumah sakit pembangunannya dimulai sejak bulan Mei 2011. Dana pembangunan rumah sakit tersebut berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia.