Tanah Longsor di Tobasa, 2 Orang Meninggal, 3 Luka dan 9 Lainnya Hilang

Upaya tim gabungan terkendala kondisi medan yang cukup ekstrem.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Tanah Longsor di Tobasa, 2 Orang Meninggal, 3 Luka dan 9 Lainnya Hilang
Ilustrasi Tanah Longsor. ©2015 Merdeka.com

Bencana tanah longsor terjadi di Toba Samosir (Tobasa), Sumut. Dua orang meninggal dunia, 3 orang luka, dan 9 lainnya masih hilang dalam peristiwa itu.

Berdasarkan informasi dihimpun, tanah longsor terjadi di Desa Halado, Jalan Lintas Sigura-gura, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Tobasa, Rabu (12/12) malam. Longsor terjadi menyusul hujan deras yang melanda kawasan itu.

"Benar tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB terjadi longsor yang menimbun 4 unit rumah," kata Herbert Pasaribu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa, Kamis (13/12).

Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri bersama masyarakat terus melakukan upaya evakuasi terhadap para penghuni keempat rumah itu. Hingga tadi malam sudah ditemukan 5 orang.

"Dua meninggal dunia, tiga luka-luka," jelas Herbert.

Dua korban sudah ditemukan meninggal dunia yakni: Rosdiana Br Nainggolan (35) dan Nia Marpaung (14). Keduanya telah dievakuasi ke Klinik Inalum.

Selain korban meninggal dan luka, masih ada sembilan orang penghuni rumah yang hilang dalam peristiwa ini. Mereka masih dalam pencarian.

Upaya tim gabungan terkendala kondisi medan yang cukup ekstrem. "Kita masih mengerahkan alat berat untuk melakukan pencarian. Tapi tadi malam salah satu alat berat itu tertimbun longsor. Sekarang ada 3 alat berat yang bekerja di sini," jelas Herbert.

Selain mencari korban, tim gabungan juga berupaya membersihkan materi longsor dan membuka kembali jalur jalan yang menghubungkan Kabupaten Tobasa dengan Kabupaten Asahan. Lintasan itu masih belum bisa dilalui akibat tertimbun longsor.

Rekomendasi