Jenazah Emanuel Beli Naikteas Bano tiba di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/12) siang. Keluarga maupun kerabatnya datang untuk menjemput, termasuk Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai warganya yang tewas ditembak pemberontak di Papua.
Geram dengan aksi penyerangan brutal yang dilakukan oleh kelompok separatis kriminal bersenjata, terhadap pekerja jembatan termasuk Emanuel, Bupati Raymundus Sau Fernandes mengutuk keras, dan meminta aparat keamanan untuk serius menangani peristiwa ini.
"Saya tentunya sebagai pemerintah daerah dan mewakili seluruh masyarakat TTU ini berduka. Dibalik rasa duka yang mendalam ini kami bangga, karena ada satu orang anak TTU yang mendedikasikan dirinya untuk mau datang ke Papua, dan membangun wilayah Papua," katanya.
Menurut Bupati Ray, dirinya merasa bangga memiliki seorang pahlawan pembangunan Papua, yang ikut menjalankan program Presiden Joko Widodo, yakni Nawacita atau membangun dari pinggiran.
"Memang kita mengutuk perilaku sangat sadis yang dilakukan oleh orang tidak bertanggung jawab, karena kami orang TTU ini juga adalah bagian dari masyarakat indonesia, yang ingin untuk terlibat membangun Papua. Karena Papua itu bagian daripada Indonesia, tentunya keterlibatan seluruh warga Indonesia untuk turut membangun Papua adalah sebuah keharusan," ucapnya.
Sementara itu, pihak PT Istika Karya sebagai tempat para korban bekerja, berjanji akan menanggung semua biaya maupun asuransi, walaupun diketahui para korban termasuk Emanuel yang menjabat sebagai kepala pelaksana pengerjaan jembatan, belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Kalau itu kita bisa konfirmasikan ke kantor pusat ya, kalau itu mestinya ada tapi saya masih konfirmasi lebih lanjut ke kantor pusat karena kebetulan saya sendiri kan tugasnya di surabaya, memang saya baru ketemu almarhum itu baru sekali. Memang kita punya tugas masing-masing di tempat tugas masing masing, sehingga perkembangan secara mendetail saya tentunya tidak mengikuti."
Asuransi nanti dari semacama sebagian santunan ada. Nanti ada juga yang dari karena kami adalaha, perusahaan BUMN tentunya nanti ada Jamsostek atau apa itu yang nanti sedang kita proses, tentunya setelah selesai acara," ucapnya.
Emanuel menjadi salah satu dari sembilan belas korban pekerja proyek jembatan, di gunung Kabo distrik Yall, Papua. Saat ini jenazah korban sudah tiba di rumah duka, dan disemayamkan di Kabupaten Timor Tengah Utara.