Peringatan Maulid Nabi adalah momentum untuk meneladani nilai kesantunan, perdamaian dan persaudaraan yang diajarkan Rasulullah. Dengan spirit ini cita-cita untuk mewujudkan kehidupan berbangsa yang damai dan tentram bisa tercapai.
"Kelahiran beliau menandai hancurnya diktarorisme, paganisme, orang-orang yang selalu menggunakan politik identitas dan kesukuan, karena yang dibawa oleh sosok Nabi Muhammad SAW adalah nilai-nilai universal, nilai-nilai kemanusiaan," ujar Ketua Lembaga Dakwah PBNU, Maman Imanulhaq dalam keterangannya, Rabu (21/11).
Semangat Maulid Nabi itulah, lanjut Maman, harus terus ditebarkan kepada seluruh umat dan seluruh bangsa agar tercipta kehidupan yang harmonis. Juga harus ditebarkan bahwa manusia lahir di dunia dengan semangat membawa optimisme, nilai-nilai universal, toleransi, dan kedamaian, bukan manusia lahir dengan membawa angkara murka.
"Jangan sekali-sekali menodai hidup kita dengan politik sektarian, sukuisme, apalagi arogansi," imbuh pengasuh Ponpes Al Mizan Majalengka ini.
Kedua, ungkap mantan anggota Komisi VIII DPR dari PKB ini, kemunculan Nabi Muhammad SAW telah menghancurkan sekat-sekat kesukuan yang muncul ketika itu. Nabi Muhammad mampu menyatukan seluruh kalangan dalam satu nafas kemanusiaan.
"Tentu ini menjadi hal yang positif dengan menyebarkan ajaran kemanusiaan dan toleransi," pungkasnya.