PDIP: Indonesia Dibangun Tanpa Pencitraan, Bukan Datang ke Makam Seolah Paham Ziarah

Dia menegaskan, masyarakat itu memerlukan hal-hal yang positif. Sehingga, menurutnya, Pilpres 2029 tidak boleh diisi dengan isu-isu hoaks dan kampanye hitam.

Rita
Oleh Rita - Reporter
PDIP: Indonesia Dibangun Tanpa Pencitraan, Bukan Datang ke Makam Seolah Paham Ziarah
PDIP luncurkan Atribut Milenial. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Safari kebangsaan PDIP menyusuri beberapa wilayah di Jawa Barat dan Jawa Timur akan diakhiri hari ini, Senin (19/11). Perjalanan safari politik itu ditempuh dari jalur darat.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto bercerita, dari perjalanan itu terlihat kampanye Pilpres tak perlu dengan cara-cara negatif.

"Dari Jakarta menyusuri Jawa Barat, Pantura sampai di sini. Betapa besarnya ke Indonesian kita, betapa beragamnya Indonesia kita. Sehingga dengan jalan darat ini kita bisa mengetahui bahwa kampanye Presiden tidak diperlukan hal-hal yang negatif," ucap Hasto.

Dia menegaskan, masyarakat itu memerlukan hal-hal yang positif. Sehingga, menurutnya, Pilpres 2019 tidak boleh diisi dengan isu-isu hoaks dan kampanye hitam.

"Indonesia memerlukan hal yang positif, hal yang membangun peradaban. Dengan demikian, dengan perjalanan untuk membuktikan bahwa betapa beragamnya Indonesia, kampanye presiden harus diisi dengan hal yang positif untuk bangsa dan negara. Indonesia tidak bisa dibangun dengan hal-hal yang negatif, dengan hoaks, dengan kampanye hitam," ungkap Hasto.

Dia juga mengingatkan, Indonesia juga tak bisa dibangun dengan pencitraan. Apalagi meninggalkan nilai-nilai kebudayaan Indonesia.

"Indonesia bukan dibangun dengan pencitraan. Bukan datang ke makam seolah-olah memahami ziarah kubur, tetapi kemudian tidak paham kebudayaan kita dan tradisi keagamaan kita. Jadi Indonesia harus dibangun dengan basis kebudayaan yang kuat, dengan bercirikan Indonesia. Itulah pemimpin yang diperlukan," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber : Liputan6.com

Rekomendasi