Tim penyelam TNI AL dan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) masih terus mencari puing-puing dan bagian tubuh korban pesawat Lion Air jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Penyisiran hari ke empat dilakukan hingga ke dasar laut diduga menjadi lokasi bagian tubuh korban dan serpihan badan Lion Air.
Pagi hari persiapan dilakukan para penyelam sebelum melakukan penyisiran. Mulai dari tensi darah hingga kondisi badan yang lain.
Setelah itu mereka mengecek peralatan menyelam mulai dari oksigen seperti open circuit serta semi close rebrider. Tidak hanya itu, kamera di bawah air pun dilakukan pengecekan.
"Tensi kita, Kemudian sehat di darat, kalau enggak sehat kita enggak bisa menyelam. Harus siap fisik dan tensi," kata salah satu anggota penyelam KLK Tarsianto Bale, ketika ditemui usai menyelam di kawasan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11).
Baju penyelam juga sudah dikenakan. Dengan menggunakan tali jalan untuk menentukan mana titik yang akan disisir, Tarsianto, mulai menyelam di kedalaman 30 meter.
"Diberikan brefing (arahkan). Disiapkan tali jalan, kita kan nungguin dan sudah dikasih titik. Kita dikasih titik dan diberikan dua tali untuk jalan," kata Tarsianto.
Membawa karung untuk mengambil temuan puing, Tarsito menyusuri dasar lautan. Walaupun pandangan kurang awas dia tetap melihat beberapa puing yang diduga pesawat yang jatuh pada Senin (29/10) lalu.
"Lihat di bawah sudah meledak itu, kecil-kecil bagian dari pesawat. Kita juga menemukan sebagian tubuh dan juga baju," kata Tarsianto.
Tanpa menggunakan alat bantu, Tarsianto mengambil beberapa serpihan pesawat dan bagian tubuh dengan tanggannya sendiri. Tidak ada perasaan takut atau ngeri ketika membawa sebagian potong tubuh atau serpihan bagian pesawat.
"Pakai tangan kita sendiri ambil beberapa potongan tubuh yang ditemui atau serpihan pesawat," kata Tarsianto.
Tidak ada pengalaman yang janggal ketika mencari puing-puing pesawat dan bagian tubuh korban. Tetapi dia menceritakan ada sedikit perasaan takut jika didasar laut menemui hewan buas, kurang oksigen hingga terbawa arus. Namun dia yakin akan aman dan tetap menjalankan tugas. Dengan berdoa dan menyerahkan semua pada Tuhan.
"Ketakutan pasti ada, kita kan takutnya di sana ada binatang buas. Kita cuma banyak berdoa aja, yang di atas Insyaallah," ucap Tarsianto lirih.