3 Peralatan canggih tim SAR cari pesawat Lion Air jatuh di Karawang

Belum diketahui nasib seluruh penumpang pesawat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
3 Peralatan canggih tim SAR cari pesawat Lion Air jatuh di Karawang
Kantong jenazah korban pesawat Lion Air JT 610. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jurusan Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. Pesawat mengalami hilang kontak pukul 06.33 WIB. Pesawat dengan tipe Boeing 737 Max 8 itu mengangkut 189 penumpang.

Belum diketahui nasib seluruh penumpang pesawat. Tim SAR telah mengerahkan peralatan-peralatan canggih untuk mencari pesawat dan penumpang. Berikut peralatan itu:

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan alat "Remotely Operated Vehicles" (ROV) atau robot penyelam untuk mencari titik keberadaan pesawat Lion Air JT-610. Pesawat nahas itu diketahui jatuh di perairan Tanjung Karawang, tepatnya di area Mike, lapangan minyak lepas pantai blok ONWJ milik Pertamina.

"Kita terjunkan robot penyelam untuk melihat karakteristik di bawah air," ujar Juru bicara Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor.

Kepala Basarnas Muhammad Syaugi mengatakan, Basarnas telah memberangkatkan armada seperti kapal untuk menemukan pesawat dan penumpang. Kapal yang diterjunkan adalah KN SAR 244. Kapal ini mempunyai kecepatan maksimal 30 Knot dengan 3 Mesin penggerak yang bisa mempercepat respon time apabila ada kecelakaan yg tidak kita inginkan. "Ada sekitar tiga, empat kapal sekitar situ," sebutnya.

KN SAR dilengkapi Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) dan Identification System (AIS). Kapal ini bisa mendeteksi kapal lain di sekitarnya. Serta kapal ini dilengkapi Forward Looking Infrared (FLIR) untuk mempermudah pencarian di malam hari. Selain itu mampu mendeteksi objek lain di bawah permukaan laut hingga kedalaman 30 meter.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga mengerahkan 130 personel, untuk mencari puing-puing pesawat dan penumpang. Personel yang dikerahkan berasal dari Jakarta, Lampung, dan Bandung. Selain itu Basarnas juga menerjunkan helikopter guna memudahkan pencarian.

"Kedalaman laut di situ antara 30-35 meter. Kami masih berusaha menyelam ke sana untuk temukan pesawat tersebut," kata Kepala Basarnas, Muhammad Syaugi.

Rekomendasi