Gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, telah menelan tidak kurang 1.234 korban jiwa. Pascabencana, pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan semaksimal mungkin. Di antaranya, menjadikan Balikpapan sebagai daerah bantuan.
"Pasokan listrik, harus segera kita pulihkan. Handphone, segera dapat difungsikan. Juga BBM, bagian dari kehidupan masyarakat dan kepentingan umum, harus segera dipasok. Juga makan dan minuman, digelontorkan ke Palu, agar tidak kesulitan," kata Menko Polhukam Wiranto, di Balikpapan, Selasa (2/10) malam.
Dijelaskan, upaya-upaya itu, dapat dengan cepat terealisasi menggunakan transportasi udara. "Itu semua perlu angkutan. Dan, yang paling cepat adalah angkutan udara," ujar Wiranto.
"Untuk itu, Bapak Presiden buka kesempatan bantuan luar negeri. Di antaranya bantuan transportasi udara. Kita akan dapatkan angkutan udara, dari negara lain," tambahnya.
Keretakan sebagian landas pacu di bandara Mutiara Sis Al Jufrie, di antaranya juga menyebabkan operasional bandara terbatas. "Karena landas pacu di sana terbatas 2.000 meter, maka pesawat yang dapat mendarat jenis Hercules C130. Kita akan atur bagaimana nanti," ungkap Wiranto.
Untuk itu, lanjut Wiranto, terkait kedatangan dia di Balikpapan bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, serta Kepala Basarnas Marsekal Madya M Syaugi, terkait kesiapan Balikpapan juga bagian dari operasi penanganan bantuan pascabencana.
"Base mereka, teman negara sahabat di Balikpapan. Ini kenapa singgah kemari, di sini (di Balikpapan) akan jadi angkutan personel pasukan, barang, dan juga orang-orang sakit dari sana," sebut Wiranto.
"Rapat tuntas. Maksud dan penjelasan tujuan kami, dan tokoh kepentingan, Pemda, paham betul agar siap menjalankan program penanganannya," tutup Wiranto.