Kantor DPD Partai Golkar Depok di Jalan Boulevard, Sukmajaya, Depok digeruduk ratusan massa.Mereka menuntut agar Ketua DPD Golkar, Farabi A Rafiq, dicopot dari jabatannya.
Pantauan di lokasi, kondisi sempat memanas ketika massa memaksa masuk ke area Jalan Boulevard. Mereka diadang petugas di pertigaan Jalan Boulevard.
Tuti Alawiyah, pengurus kecamatan (PK) Golkar Cilodong, mengatakan Farabi dinilai telah melakukan pelanggaran dengan merencanakan pemecatan secara sepihak beberapa PK partai Golkar di wilayah Depok.
"Bapak ketua kita itu, sangat sangat melanggar aturan DPW Jabar bahwa pada tanggal 12 Agustus, fraksi diberikan surat untuk tidak memecat PK - PK di wilayah. Namun, faktanya beliau memecat PK yang tidak sependapat dengan beliau," katanya, Senin (17/9).
Sampai hari ini, ada empat orang PK yang dipecat termasuk dirinya. Hal itu dianggap sebagai tindakan semena-mena. Tuti menuturkan, Farabi juga menempatkan kerabatnya untuk masuk sebagai bacaleg di urutan atas.
"Sedangkan kita yang sudah berjuang selama 20 tahun tidak dihargai oleh beliau," beber Tuti.
Dia menuding Ketua DPD Golkar juga menyunat anggaran untuk saksi dalam Pilgub Jabar. Menurutnya, untuk satu saksi dianggarkan Rp 100 ribu namun pada kenyataannya yang dibayarkan hanya Rp 20 ribu.
"Jadi dana itu disunat Rp 80 ribu, padahal Kang Dedi (Dedi Mulyadi) telah menganggarkan dana sebesar Rp 360 Juta, sedangkan yang diberikan kepada PK Rp 36 Juta," ucapnya.
Dia menuturkan, ke depan pihaknya akan mengadakan musdalub dan mengganti pimpinan DPD Golkar.
"Ini kita lakukan, demi Partai Golkar lebih baik lagi," tutupnya.