Keinginan unik 12 bocah gimbal jelang Festival Dieng 2018

Keinginan unik 12 bocah gimbal jelang Festival Dieng 2018. Keinginan yang tampak wajar, dijelaskan Aryadi adalah permintaan Anindita Purbaningrum (6). Bocah asal Tlogowero, Tlogojati ini meminta sate telur puyuh tiga tusuk dan sate ayam dua tusuk.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Keinginan unik 12 bocah gimbal jelang Festival Dieng 2018
Dieng Culture Festival. ©2013 Merdeka.com/Chandra Uwin

Menjelang Dieng Culture Festival (DCF) 2018 pada Jumat (3/8) sampai Minggu (5/8), 12 anak perempuan berambut gimbal terdaftar akan diruwat mengikuti upacara pemotongan rambut pada puncak helatan tahunan Dataran Tinggi Dieng (DTD), Kabupaten Banjarnegara. Dua belas bocah gimbal yang bakal diruwat tersebut berusia antara 3-12 tahun.

Salah satu prosesi yang dijalani sebelum ruwatan, anak-anak gimbal tersebut berhak mengajukan permintaan. Ada kepercayaan jika permintaan tersebut tak dipenuhi maka rambut gimbal tetap akan tumbuh meski telah menjalani ruwatan. Tak jarang, permintaan sang anak tersebut bisa dikatakan unik, aneh dan tak masuk akal.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dieng, Aryadi Darwanto mengatakan seluruh anak gimbal telah mengutarakan keinginannya sebagai prasyarat ruwat atau potong rambut gimbal. Dari sekian keinginan diakui Aryadi termasuk unok dan tak biasa. Aryadi mencontohkan, Fitria Nur Rahmadzani (8) meminta bakso, wortel, tempe gembus, sepeda, dan burung kenari. Tak kalah unik, Puput Cahya Ningsih (7) puyri dari Mesngat dan Darsiah, warga Dukuh Piasa RT 05 Desa Wanaraja meminta ponsel dan mercon.

Keinginan yang tampak wajar, dijelaskan Aryadi adalah permintaan Anindita Purbaningrum (6). Bocah asal Tlogowero, Tlogojati ini meminta sate telur puyuh tiga tusuk dan sate ayam dua tusuk.

"Tetapi belinya di depan rumah sakit," ucap Aryadi sembari terkekeh.

Ada pula permintaan yang terkait alat komunikasi dan informasi. Laela Handayani (6) semisal, meminta produk Apple.

Ketua Pokdarwis Pandawa, Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Alief Fauzi mengatakan di tahun 2018 ini DCF mengusung dua konsep besar yakni 'The Other of Culture' dan perempuan. Dalam gelaran ke-9 ini, Dieng Culture Festival mengetengahkan agenda budaya khas Dieng yang sebelumnya tak pernah ditampilkan pada helatan sebelumnya.

Selain itu, pemangku adat perempuan, tahun ini juga memiliki peran yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kesetaraan gender menjadi semangat Dieng Culture Festival tahun ini," jelasnya.

Rekomendasi