Gelombang tinggi menerjang wilayah pesisir pantai selatan DIY. Salah satu wilayah yang terdampak adalah pantai-pantai di Kabupaten Gunungkidul.
Koordinator SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul, Marjono menyampaikan gelombang tinggi terjadi sejak Selasa (24/7). Gelombang besar ini membawa dampak kerusakan di beberapa bangunan maupun fasilitas di sejumlah pantai. Kerusakan utamanya terjadi pada Pantai Sepanjang ke arah timur.
Berdasarkan data SAR Satlinmas Korwil II Gunungkidul ada 257 gazebo yang rusak dan hilang, 35 warung makan rusak dan 2 penginapan rusak. Selain itu gelombang tinggi juga menyebabkan sebuah tower EWS, bangunan Posko SAR Drini hilang dan pos pantau SAR di Pantai Nguyahan rusak.
"Data sementara sampai jam 13.00 WIB, untuk Pantai Nguyahan, gelombang tinggi merusak pos pantau SAR. Di Pantai Kukup merusak 1 gazebo hilang, dan merusak lapak ikan hias. Pantai Sepanjang ada 25 Gazebo hilang dan 115 Gazebo rusak berat," ujar Marjono, Rabu (25/7).
Marjono menerangkan kerusakan juga terjadi di Pantai Drini yaitu 5 warung makan hilang dan 12 rusak berat adapula gazebo 12 unit hilang, 20 gazebo hilang. Selain itu juga ada tower EWS rusak dan bangunan Posko SAR Drini hilang karena gelombang tinggi.
Untuk kerusakan di Pantai Sadranan, kata Marjono, ada 14 Gazebo rusak dan hilang. Sedangkan di Pantai Slili ada7 gazebo rusak dan hilang.
"Pagi tadi puncaknya ketinggian ombak mencapai 30,3 feet. Itu sekitar 8 meter," ungkap Marjono.
Marjono menambahkan pihaknya hingga saat ini terus melakukan pendataan terhadap kerusakan di pantak wilayah Kabupaten Gunungkidul akibat terjangan gelombang tinggi. Selain itu, sambung Marjono, tim SAR juga tengah fokus untuk membantu mengevakuasi barang-barang milik masyarakat yang terdampak terjangan gelombang tinggi.
"Kami imbauan kepada nelayan, wisatawan dan masyarakat sekitar pantai untuk waspada gelombang tinggi. Gelombang tinggi diprediksi akan berlangsung hingga 29 Juli mendatang," ujarnya.