Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berkeinginan agar Indonesia bisa menjadi negara yang terdepan dalam publikasi ilmiah di kawasan Asia Tenggara. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah pun akan meningkatkan anggaran riset bagi perguruan tinggi.
Nasir menilai selama 2018, publikasi ilmiah Indonesia terus mengalami peningkatan. Saat ini peringkat Indonesia dalam publikasi ilmiah berada di nomor dua atau di bawah Malaysia.
"Publikasi ilmiah 2018 telah meningkat dengan luar biasa. Jumlah publikasi ilmiah pada 2017 tercatat ada lebih dari 14.000 jurnal. Hingga Juni 2018 publikasi ilmiah ada sekitar 18.000 jurnal. Baguslah artinya," ujar Nasir di UGM, Senin (2/7).
Nasir menerangkan dengan jumlah publikasi ilmiah tersebut, Indonesia saat ini berada di atas Thailand dan Singapura. Meskipun demikian, Indonesia masih berada di bawah Malaysia yang menjadi peringkat pertama publikasi ilmiah di Asia Tenggara.
"Tahun 2017 (publikasi ilmiah) kita sudah di atas Thailand. 2019 mudah-mudahan leader di Asia tenggara," ungkap Nasir.
Nasir menambahkan untuk menjadi peringkat pertama di Asia Tenggara, anggaran riset bagi dosen di berbagai perguruan tinggi akan ditingkatkan. Peningkatan anggaran, kata Nasir diharapkan bisa memacu kampus-kampus untuk meningkatkan publikasi ilmiahnya.
Nasir juga berpesan kepada para pimpinan perguruan tinggi agar meningkatkan kemampuan para dosen dalam pembuatan penulisan ilmiah. Sehingga jumlah penulisan ilmiah bisa terdongkrak
"Terutama PTN BH (perguruan tinggi negeri berbadan hukum) kita tingkatkan. Tapi semua kampus juga kami tingkatkan," pungkas Nasir.