Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf meyakini bisa menang dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Keponakan Gus Dur ini memprediksi kemenangan bisa dicapai hingga 60 persen.
Keyakinan ini disampaikan Gus Ipul panggilan akrab Saifullah Yusuf setelah mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Kelurahan Gayungan, Surabaya bersama anak dan istrinya, Fatma Saifullah Yusuf dan anaknya Mohammad Falihuddin Daffa. Mereka ikut antre layaknya masyarakat lain. Bahkan Gus Ipul bersenda-gurau dengan masyarakat sebelum mencoblos.
"Antre dulu ah…, ini bagian dari tahapan untuk antre," kata Gus Ipul sambil berbicang-bincang dengan warga sekitar.
Setelah antre, Gus Ipul bersama istrinya fatma Saifullah Yusuh masuk ke bilik suara, kemudian memasukkan kertas suara dan menunjukkan tanda jari, kalau dirinya sudah mencoblos. Setelah mencoblos, Gus Ipul menyampaikan kepada wartawan kalau dirinya sangat yakin mampu menang dalam pemilihan ini.
"Saya rasa 60 persen kemenangan, itu sih harapan saya dalam pemilihan gubernur ini," ujarnya.
Meski berharap menang, Gus Ipul mengaku kalau dirinya juga siap untuk kalah. Menurut dia, saat ini semua kemenangan sudah tertulis, tinggal bagaimana kita berupaya. Karena segara usaha sudah dilakukan, maka tinggal menyerahkan diri kepada Allah atas segala kehendak yang akan dicapai.
Gus Ipul dan keluarga memberikan hak suaranya pada Pilgub Jatim 2018 ©2018 Merdeka.com
"Saya berusaha sudah maksimal, kami serahkan semua kepada Allah semoga ada jalan terbaik," ungkap dia.
Setelah mencoblos, Gus Ipul pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Di sela perjalanannya, Gus Ipul menyempatkan diri menyapa warga yang berada di warung, dan warga yang bertemu di jalan-jalan. Sementara di rumah, Gus Ipul sudah ditunggu Wakilnya, Puti Guntur Soekarno.
Keduanya bersalaman, kemudian saling memberikan support untuk bisa kuat dan terus berjuang hingga selesai. Saat ini, seluruh saksi dikerahkan untuk bekerja dengan benar dan teliti, karena mereka memiliki peran penting untuk mengawal suara yang diperoleh dari masyarakat.
"Mari kita kawal suara yang kita dapat, jangan sampai ada suara yang hilang," tegas Wakil Gubernur Jatim ini.
Untuk hasilnya, Gus Ipul menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. "Siapa yang jadi Gubernur sudah tercatat (oleh Tuhan). Kalau kata orang Jawa, lek iya mosok enggak, lek enggak mosok iya (kalau iya masak tidak, kalau tidak masak iya)," pungkasnya.