Seorang ibu di Malang, Jawa Timur, tega menganiaya putra kandungnya masih berusia delapan tahun hingga meninggal dunia. Perempuan bernama Masripah itu naik pitam karena sang anak bernama Syaiful Anwar mengambil uangnya sebesar Rp 51 ribu untuk beli layang-layang.
"Ibunya atau pelaku ini marah gara-gara anaknya mengambil uang Rp 51 ribu. Uang tersebut oleh anaknya untuk beli mainan, untuk beli layang-layang Rp 26 ribu dan Rp 25 ribunya disimpan," kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda saat dihubungi, Rabu (20/6) malam.
Pelaku memukul korban menggunakan gayung dan membenturkan ke tembok. Sehingga menimbulkan sejumlah luka memar. Korban sempat demam tinggi, namun meninggal dunia setelah dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Masripah aniaya putranya hingga tewas ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko
"Hasil visum sementara ditemukan luka di bagian kaki, dada sebelah kanan, di tangan kanan dan di bibir. Hasil pemeriksaan, ibunya melakukan penganiayaan dengan memukul menggunakan gayung," jelas Adrian.
Korban dinyatakan meninggal dunia oleh Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kanjuruan di Kepanjen pada Rabu pukul 1.30 dini hari. Sementara penganiayaan diduga dilakukan sekitar Selasa siang.
"Pelaku kita tahan, dan empat orang saksi sudah kita periksa. Sementara jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang guna autopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," jelasnya.