Truk tanki berisi gas terguling di kilometer 70 poros Balikpapan ke Samarinda. Dua orang jadi korban. Seorang di antaranya tewas, korban lain dirawat di rumah sakit. Lebih 24 jam truk tanki belum dievakuasi.
"Jadi info awal kami dapat dari rombongan Polda Kaltim yang melintas di lokasi. Ada kecelakaan truk tanki terguling di kilometer 70 arah ke Samarinda," kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Jumat (4/5).
Petugas dalam rombongan Polda Kaltim di lokasi, tidak berani terlalu mendekati lokasi, untuk mengecek ada tidaknya korban jiwa, maupun kebocoran gas pascakecelakaan.
Tim Basarnas bersama dengan Pertamina, serta Polres Balikpapan dan juga pos lantas KM 50, bergerak ke lokasi dan tiba pukul 10.00 Wita pagi tadi. Petugas lantas melakukan pengecekan, dan menghimpun keterangan di lokasi kejadian.
"Keterangan diperoleh di lokasi, kejadiannya kemarin sekitar jam 1 siang. Ada 2 korban, 1 meninggal dunia, satu lagi dirawat di rumah sakit (RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan)," ujar Octavianto.
"Pertamina juga melakukan pengecekan di lokasi. Dipastikan tidak ada kebocoran material B3 dari tanki yang terguling itu," tambah Octavianto.
Tiga jam petugas gabungan menjaga lokasi, untuk lebih memastikan benar-benar tidak ada kebocoran gas dari truk tanki itu.
"Karena kan tanki bermuatan bahan mudah meledak," terang Octavianto.
Belum diketahui jelas pemilik dari truk tanki itu. Namun hinggga 24 jam berlalu, truk tanki muatan gas itu masih dalam posisi terguling mengarah ke pepohonan dan semak belukar.
"Setelah benar-benar dipastikan aman, tim SAR gabungan meninggalkan lokasi, kembali ke Balikpapan," demikian Octavianto.