Jadwal kampanye pasangan calon (Paslon) Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno sangat padat. Meski demikian, Calon Gubernur (Cagub) nomor urut satu, Saifullah Yusuf menyempatkan diri untuk ngobi bareng dengan mantan Pemain Tim Nasional (Timnas), Cristian Gonzales.
Pertemuan mereka terlihat sangat santai, ditemani kopi dan ketan punel, kedua tokoh beda profesi ini terlihat gayeng dengan ngobrol santai. Gonzales merupakan tokoh sepakbola yang memiliki jasa menaikan citra sepakbola nasional di dunia internasional. Dengan keputusan untuk naturalisasi dan menjadi penduduk Indonesia, peran Gonzales dalam dunia sepakbola semakin naik. Bahkan Gonzales menjadi idola masyarakat Indonesia karena gol-gol yang diciptakan.
Di sisi lain, Gus Ipul panggilan Saifullah Yusuf merupakan Wakil Gubernur Jawa Timur yang ingin berjuang untuk menjabat sebagai Gubernur. Kemampuan di dunia pemerintahan membuat Gus Ipul memiliki kewajiban untuk menata Jawa Timur menjadi lebih baik. Ada keinginan untuk mensinergikan kebijakan-kebijakan lama yang mendapatkan apresiasi pemerintah pusat, bahkan dunia. Kemudian menggandengkan dengan kebijakan-kebijakan baru untuk membuat Jatim menjadi lebih baik.
Salah satu perhatian untuk mengembangkan potensi Jatim adalah dunia olahraga. Gus Ipul mengaku memiliki konsep khusus dalam meningkatkan prestasi sepakbola. Jatim yang terkenal sebagai barometer sepakbola tanah air harus melakukan pembenahan-pembenahan, baik internal maupun eksternal. "Harus ada potensi pengembangan sepakbola di Jawa Timur," katanya saat berdampingan dengan Cristian 'el loco' Gonzales dan istrinya, Eva Gonzales di warung Ketan Punel, Surabaya.
Christian Gonzales dan Gus Ipul ©2018 Merdeka.com/Arif ArdlyantoGus Ipul bercerita, selama ini banyak prestasi yang diperoleh Jatim dari sepakbola. Prestasi diperoleh dari kegigihan anak-anak Jatim untuk mengasah ketrampilan masing-masing. Meskipun, secara infrastruktur belum memenuhi standar internasional, tetapi karena ada 'niat" untuk maju, maka anak-anak muda Jatim mampu bersaing ditingkat internasional.
Dengan melihat potensi yang ada, Wakil Gubernur ini ingin sepakbola menjadi komunitas pengembangan khusus. Bahkan, perlu ada satu skema untuk menjadikan sepakbola sebagai enternainment bagi masyarakat Jawa Timur. Untuk menuju kearah itu, Gus Ipul ingin melakukan pembenahan mulai SSB (Sekolah Sepak Bola), kemudian membenahi kompetisi-kompetisinya.
Niat ini, lanjut Gus Ipul sangat berpeluang terwujud, apalagi di setiap kabupaten/kota sudah memiliki stadion-stadion berkapasitass nasional, bahkan internasional. Meski demikian, suami Fatmawati ini ada pembenahan lapangan-lapangan sepakbola yang berada di desa-desa. Kebijakan ini akan memberikan peluang kepada anak-anak dari desa untuk bisa maju dan berkembang di dunia sepakbola.
Di desa, papar Gus Ipul, sebenarnya banyak talenta-talenta yang bagus, tetapi mereka tidak bisa mengaplikasikan dikarenakan tidak memiliki infrastruktur. Untuk itu, infrastruktur menjadi pedoman awal dalam pengembangan sepakbola tanah air. "Saya ingin di desa-desa ada lapangan yang standar, supaya potensi desa juga bisa terakomudir dengan baik," ujar Keponakan Gus Dur ini.