Indonesia Corruption Wacth (ICW) meluncurkan sistem pembelajaran antikorupsi secara online yang diberi nama Akademi Anti Korupsi. Peluncuran Akademi Antikorupsi dilakukan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam sambutannya, Koordinator ICW, Adnan Topan, mengatakan Akademi Antikorupsi merupakan upaya membangun satu konsep pendidikan yang diakses setiap orang. Secara khusus menyasar anak muda dengan batas usia batas 25 yang haus antikorupsi.
"Itu alasan satu pendekatan baru juga cara kami untuk merespon teknologi. Sekarang tidak lagi pada pendekatan face to face karena sangat mahal dan geografinya sangat luas," ucap dia, Kamis (19/4).
Sementara itu, Andres Martius salah satu perwakilan dari lembaga yang berkerjasama dengan ICW menjelaskan, korupsi adalah isu yang sangat penting karena melemahkan ekonomi.
"Ini segera harus diatasi," ujar dia.
Dia sangat mendukung adanya akademi ini. Menurut dia, e-Learning sangat efektif dalam segi biaya dan dapat menjangkau banyak orang.
"Masyarakat sipil berperan sangat penting dalam melawan korupsi. Maka kami sangat mendukung dalam mendidik anak-anak melawan korupsi melalui upaya E-learning," ucap dia.
"Kami berterimakasih kepada kementerian pendidikan dan kebudayaan dalam mendukung ICW. Kami beharap dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas," katanya.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com