Guru kontrak diperkosa dan dianiaya anggota kelompok bersenjata di Tembagapura

Guru kontrak diperkosa dan dianiaya anggota kelompok bersenjata di Tembagapura. Saat mengetahui kejadian tersebut, masyarakat Aroanop berupaya untuk membebaskan para guru dari tindakan keji yang dilakukan oleh anggota KKSB.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Guru kontrak diperkosa dan dianiaya anggota kelompok bersenjata di Tembagapura
Ilustrasi pemerkosaan. ©2015 Merdeka.com/www.weeklyvoice.com

Bupati Mimika, Papua, Eltinus Omaleng mengaku mendapat laporan seorang guru kontrak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika diperkosa anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura. Kabar memilukan itu diterimanya dari aparat kampung (desa) Aroanop.

"Memang betul ada kejadian itu. Guru-guru laki-laki diikat tangannya lalu dipopor dengan senjata. Sementara guru perempuan dipukul, ditelanjangi, bahkan ada yang diperkosa. Ini sangat keterlaluan dan tidak beradab," kata Omaleng, seperti dilansir Antara, Selasa (17/4).

Pemkab Mimika berencana mengirim helikopter ke Aroanop untuk menjemput guru-guru kontrak yang masih berada di lokasi itu. Saat mengetahui kejadian tersebut, masyarakat Aroanop berupaya untuk membebaskan para guru dari tindakan keji yang dilakukan oleh anggota KKSB.

"Masyarakat kejar orang-orang itu, tapi mereka lari ke hutan. Masyarakat tidak senang dengan kelakuan bejat mereka. Kami minta KKSB tidak boleh membuat kekacauan di tengah masyarakat. Omong kosong mau lindungi masyarakat kalau menggunakan cara-cara yang tidak bermoral seperti itu," ujar dia.

Anggota KKSB melarikan diri ke kampung-kampung di wilayah lembah Aroanop seperti Jagamin, Anggigi, Ainggongin setelah dipukul mundur oleh pasukan gabungan TNI saat menyerbu Kampung Banti 1, Banti 2, Utikini, Kimbeli dan Opitawak pada 31 Maret hingga 2 April lalu.

Sebelum pasukan TNI tiba di Banti, anggota KKSB membakar Rumah Sakit Waa-Banti milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), gedung SD-SMP Negeri Banti dan rumah-rumah masyarakat. Bahkan ternak babi milik masyarakat juga ikut dijarah oleh anggota KKSB.

"Mereka bakar gedung sekolah, rumah sakit, rumah-rumah masyarakat dikasih hancur, ternak babi diangkat semua. Pelakunya mereka yang disebut KKSB itu. Saat pasukan TNI masuk, mereka-mereka yang tadinya pegang senjata api itu kabur semua," kata dia.

Selain melakukan kekerasan terhadap para guru di Aroanop, anggota KKSB dilaporkan juga merusak fasilitas Puskesmas Aroanop dan gedung SD Inpres Aroanop.

Bupati Omaleng bersama Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto dan Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Inf Windarto berencana menemui warga Kampung Banti pada Rabu (18/4) untuk membicarakan pembebasan lahan guna dibangun Kantor Koramil, Kantor Polsek dan Kantor Distrik Tembagapura di Kampung Banti 1 dan Banti 2.

Selain itu, rencananya akan dibangun pos tinjau TNI di sejumlah lokasi dekat Tembagapura, seperti Kampung Opitawak dan Tagabra guna mencegah masuknya KKSB ke wilayah itu.

"Saya bersama Kapolres dan Dandim akan berangkat ke Tembagapura untuk menemui masyarakat guna membicarakan hal ini. Kita ingin masyarakat di sana maupun PT Freeport tidak lagi terganggu dengan adanya KKSB," tukasnya.

Beberapa waktu lalu Pemkab Mimika telah mengirim beras dan bahan pangan lainnya ke Banti, Kimbeli dan Opitawak untuk membantu masyarakat yang kekurangan pangan sejak anggota KKSB menduduki kampung-kampung mereka.

Rekomendasi