Orang ini pilih hidup seperti tarzan, dibandingkan jadi manusia di kota

Seperti dikutip Merdeka.com dari berbagai sumber, inilah orang-orang yang hidup seperti tarzan:

Fellyanda Suci Agiesta
Oleh Fellyanda Suci Agiesta - Reporter
Orang ini pilih hidup seperti tarzan, dibandingkan jadi manusia di kota
John Ssebunya. ©2016 Merdeka.com

Kehidupan manusia tak semua sama. Mereka melakukan aktivitas yang berbeda, yang terkadang tak bisa dipahami oleh orang lain. Beberapa orang memilih hidup seperti tarzan karena kebisingan di kota. Mereka menggunakan alat seadanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Selain itu, ada juga orang yang memiliki kehidupan seperti tarzan sejak kecil. Kebanyakan dari mereka dibuang oleh orang tuanya dan diasuh oleh binatang di hutan.

Seperti dikutip Merdeka.com dari berbagai sumber, inilah orang-orang yang hidup seperti tarzan:

1. John Ssebunya Dibesarkan Monyet

Pria ini dikenal sebagai 'Monkey Boy of Uganda'. John Ssebunya namanya. Peristiwa bermula saat John lari ke hutan saat usianya masih empat tahun. Aksi itu dilakukan setelah ia melihat sang ayah membunuh ibunya. Bocah asal Uganda itu berlari ke wilayah yang dihuni gerombolan monyet berbulu abu-abu.

Lelah dan tertidur usai berlari. Sekawanan monyet mulai mengitari memberi buah pada John. Bertahun tahun ia hidup di hutan dibesarkan oleh sekawanan monyet. Kesehariannya John berlari, memakan pisang, dan tubuhnya hanya ditutupi rumput. Beruntungnya pada 1991 John ditemukan warga desa dan perlahan kembali belajar menjadi manusia.

2. Oxana Malaya dan Kawanan Anjing

Wanita ini mencakar tanah dan meminum air dari keran langsung dengan rahang terbuka lebar. Oxana Malaya hidup persis menyerupai anjing.

Perilaku yang dijalaninya ini akibat tindakan acuh orangtua terhadap dirinya. Malaya ditinggalkan di luar rumah oleh sang ibu yang mabuk berat. Cuaca sangat dingin kala itu membuat Malaya yang masih 3 tahun merangkak ke sebuah gubuk. Tempat kawanan anjing singgah di situ.

Tak ada yang mencari Malaya. Hingga akhirnya ia menemukan kenyamanan di sebuah gubuk itu. Memakan daging mentah dan melupakan bagaimana cara manusia tumbuh. Di tahun 1991 Malaya ditemukan dengan kondisi hampir tidak bisa berbicara dan hanya merangkak menggonggong.

3. Feng Mingshan, manusia gua terakhir China

Feng Mingshan, seorang kakek asal China memutuskan hidup terasing dari modernisasi dan menjadi manusia gua. Feng tinggal di dalam sebuah gua yang dia temukan sendiri saat kecil di Gaoba, Provinsi Shaanxi sejak tahun 1993.

Kini Feng Mingshan sudah tinggal di dalam gua selama lebih dari 20 tahun. Dia hidup layaknya manusia prasejarah, tanpa pakaian dan peralatan penunjang hidup yang modern. Pemerintah setempat menyatakan maksud untuk memindahkan Feng ke rumah penampungan lansia. Namun membujuk kakek ini untuk meninggalkan surga kecilnya jelas bukan perkara mudah.

4. Pedro Luca, 40 tahun hidup di gua Tucuman

Pedro Luca sudah tinggal di dalam gua selama 4 dekade. Dilansir Associated Press, pria 79 tahun ini menghabiskan hari tuanya seorang diri dalam sebuah gua di Provinsi Tucuman. Dia bertahan hidup dengan berburu hewan liar di hutan dan minum dari mata air di dekat gua.

Rekomendasi