Pedagang dan pengunjung kawasan belanja di kompleks Citra Niaga Samarinda, dibikin geger dengan temuan mayat bayi membusuk, siang tadi. Awalnya, aroma tak sedap itu sempat dikira bangkai hewan.
Aroma bangkai itu pertama kali tercium petugas penyapu jalan, yang sedang menyapu di Jalan Niaga Utara, sekira pukul 10.00 WITA. Setelah dicari tahu, sumber aroma itu berada dari tas hitam di median jalan.
Isi dari tas yang sudah dikerubuti semut merah itu pun dibuka. Setelah dicek seksama, ternyata mayat bayi lantaran terlihat tangan dan kaki, yang sudah membusuk. Temuan itu dilaporkan ke polisi sekitar pukul 11.30 WITA.
"Petugas sapu yang menemukan. Dikira bangkai hewan, ya kita kira bangkai tikus. Karena baunya menyengat," kata petugas sekuriti kompleks Citra Niaga, Eko, kepada wartawan di lokasi.
Jasad bayi itu kemudian diletakkan ke dalam kardus. Aromanya busuknya begitu menyengat. Sekitar 12.15 WITA, personel Polsekta Samarinda Ilir tiba di lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi mata di lokasi.
"Baunya seperti bangkai kucing. Tidak ada yang begitu memperhatikan Pak. Karena lokasi ini kan area parkir mobil. Tidak perhatikan kalau ada mungkin yang buang sampah," ujar petugas juru parkir, Yusman, juga di lokasi.
Masih di lokasi, petugas Bhabinkamtibmas Polsekta Samarinda Ilir Brigadir Krisyanto membenarkan, bayi itu pertama kali ditemukan petugas kebersihan penyapu jalan. "Kondisinya membusuk, diperkirakan sudah seminggu," kata Krisyanto.
Belum diketahui jenis kelamin bayi malang itu. Warga yang melihat jasad bayi itu, mengecam orangtua pembuang bayi. "Tega sekali. Coba kalau tidak mau merawat, kasihkan ke orang," seru warga di lokasi.
Sekitar pukul 12.57 WITA, tim relawan kebencanaan di Samarinda, bergegas membawa jasad bayi itu ke kamar jenazaj RSUD AW Sjahranie, untuk keperluan visum. Kasus itu kini ditangani Polsekta Samarinda Ilir.