Kapolri: Pesta demokrasi itu senang-senang, tahun politik itu menakutkan

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk mewujudkan Pilgub 2018 yang damai. Dia meminta agar tahun ini disebut sebagai tahun pesta demokrasi, jangan tahun politik. Meski pada praktiknya sama saja, menurut Tito setiap kata memiliki makna yang berbeda.

Dian Ade Permana
Oleh Dian Ade Permana - Reporter
Kapolri: Pesta demokrasi itu senang-senang, tahun politik itu menakutkan
Kapolri hadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengajak seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk mewujudkan Pilgub 2018 yang damai. Dia meminta agar tahun ini disebut sebagai tahun pesta demokrasi, jangan tahun politik. Meski pada praktiknya sama saja, menurut Tito setiap kata memiliki makna yang berbeda.

"Pesta demokrasi itu senang-senang, tahun politik itu menakutkan, semua orang ketar ketir, investor takut kebijakan pemimpin berubah," terangnya saat meresmikan gedung Mapolda Jateng di Jalan Pahlawan No 1 Kota Semarang, Jumat (23/3).

Tito mengatakan, peresmian gedung yang dihadiri lintas elemen tersebut adalah bukti kedamaian dalam lingkup yang lebih kecil.

"Hari ini jumlahnya yang hadir mungkin tidak ada lima ratus orang, tapi yang hadir ada Plt gubernur, ketua DPRD, ada tokoh agama semua selama kita semua sepakat pilkada damai, Jateng pasti damai, karena tiap tokoh di sini mewakili ribuan umat, atau anggotanya masing-masing," kata Tito.

Dia menjelaskan, pilkada di seluruh daerah di Indonesia akan berbeda dengan yang pernah terjadi di Jakarta. Di ibu kota menurutnya ada empat faktor yang membuat situasi memanas.

"Yakni ketidaksukaan figur, faktor keturunan, perbedaan kepercayaan, dan elemen parpol," tandas Tito.

Tito melihat, empat elemen itu tidak ada di Jateng. Sementara itu, Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, gedung baru Polda Jateng memiliki konsep humanis, termasuk dari tampilan luar.

Saat ini banyak warga yang sering selfie atau foto bersama dengan latar belakang miniatur stupa Borobudur.

"Konsepnya gedung harus humanis, antara lain pagar. Kami desain dengan salah satu keajaiban dunia, Borobudur, juga logo Polda Jawa Tengah. Setelah kami tempati akhir Desember, saat CFD atau malam hari jadi ajang selfie," terang Condro.

Rekomendasi