Kemarahan Menko Luhut pada Amien Rais bukan cerminan sikap Jokowi

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo menegaskan, kemarahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan atas kritikan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais bukan cerminan sikap pemerintah.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Kemarahan Menko Luhut pada Amien Rais bukan cerminan sikap Jokowi
luhut dan amien rais. ©2018 Merdeka.com

Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo menegaskan, kemarahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan atas kritikan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais bukan cerminan sikap pemerintah. Menurut Johan, apa yang disampaikan Luhut merupakan pendapat pribadinya.

"Tidak mencerminkan sikap Presiden atau sikap pemerintah. Itu lebih kepada sikap pribadi Pak Luhut yang gaya penyampaiannya seperti itu," kata Johan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (21/3).

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta, sejumlah pihak tidak melihat secara parsial pernyataan Luhut. Sebab, kata dia, Luhut menjelaskan, detil latar belakang dari program bagi-bagi sertifikat tanah hingga akhirnya menanggapi secara keras kritikan Amien Rais.

"Harus dilihat konteksnya secara panjang lebar," ujarnya.

Polemik pembagian sertifikat tanah ini bermula saat Amien Rais menjadi pembicara dalam diskusi Bandung Informal Meeting yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3). Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais mengatakan program bagi-bagi sertifikat tanah Jokowi-Jusuf Kalla adalah pembohongan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan kemudian marah besar mendengar pernyataan Amien Rais. Luhut tak terima Jokowi disebut 'ngibul' saat melakukan bagi-bagi sertifikat tanah kepada masyarakat.

"Ada senior kasih sertifikat ngibulin. Apa yang ngibulin. Sertifikat itu prosesnya panjang dan berbelit. Sekarang cepat dan banyak. Saya pikir kita nggak bisa asal ngomong. Dia 70 tahun, saya kan 70 tahun juga," kata Luhut di Gedung BPK, Senin (19/3) kemarin.

Luhut juga kesal dengan serangan-serangan yang menyebut pemerintah pro-PKI. Menurutnya hal itu cuma kebohongan yang terus disebarkan.

"Jangan bilang pro-PKI, pro-PKI gimana? Saya ikut tumpas PKI. Saya tentara, saya tahu itu," kata Luhut.

Luhut menegaskan jangan pernah menyebut pemerintah tidak nasionalisme dan menyerang dengan kepentingan asing. Dia menyebut orang yang belum pernah ditembaki tak pantas mengkritik soal nasionalisme.

"Saya perang di Timtim tahun 1975. Anak buah saya gugur 8 orang di Kopassus. Jangan bilang Nasionalisme, kalau belum pernah ditembakin," kata Luhut.

"Kau merasa paling bersih, kamu boleh ngomong. Tapi dosamu banyak juga kok. Udahlah diam saja lah. Tapi jangan main-main. Kita bisa cari dosamu sampai dapat," tegasnya.

Rekomendasi