Presiden Joko Widodo mencanangkan Penanggulangan Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Kamis (22/2). Kegiatan yang dilakukan di hulu sungai citarum ini sekaligus menandai program revitalisasi sungai bersama seluruh pihak secara sinergis dimulai.
Acara tersebut dihadiri sekitar 3.000 orang dari kalangan pemerintah, baik pusat, provinsi, hingga kabupaten. Juga kalangan industri, tokoh masyarakat, penggiat lingkungan hidup, dan akademisi. Dalam pencanangan tersebut, Presiden Joko Widodo melakukan penanaman secara simbolis diikuti penanaman oleh masyarakat tani sebanyak 1.000 Pohon.
Presiden Jokowi menyatakan penanganan sungai citarum merupakan sebuah pekerjaan besar.
"Ini tidak mungkin dikerjakan setahun dua tahun. Pekerjaan (penataan sungai) ini dimulai dari hulu ke hilir. Ini bisa diselesaikan dalam tujuh tahun," ucapnya.
Jokowi mengaku serius dalam melakukan penanganan sungai Citarum. Dia berjanji akan rutin memantau perkembangan kondisi sungai terbesar di Jawa Barat itu.
"Akan saya lihat secara rutin, mungkin bisa per tiga bulan, bisa per enam bulan untuk memastikan bahwa ini (revitalisasi) berjalan," katanya.
"Bisa juga saya menginap di sini (Situ Cisanti). Tapi tidak tahu nginepnya di mana," sambungnya sambil tertawa.
Dari pengamatannya, potensi alam di sekitar situ Cisanti bisa dimanfaatkan. Seperti diketahui PTPN telah menyerahkan lahan seluas 980 hektare untuk persemaian tanaman. Perhutani juga memberikan lahannya yang diharapkan dapat ditanami tumbuhan endemik.
"Sudah terlalu lama sungai Citarum tidak diurus. Tapi bulan Februari jadi momentum memulai kerja besar ini. Belum terlambat. Kalau tidak bergerak cepat, justru akan terlambat," ucapnya.
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang ikut mendampingi Presiden menyebut perlu gerakan massal untuk membangun kembali semangat menjaga lingkungan dan menumbuhkan budaya cinta sungai.
Kondisi Sungai Citarum yang semakin tercemar memang memerlukan sinergitas program dan kegiatan di jajaran pemerintahan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Sebab, Sungai Citarum sepanjang 269 kilometer mengalir di 12 wilayah administrasi kabupaten/kota itu telah menjadi sumber penghidupan bagi 28 juta masyarakat di Jawa Barat dan jadi sumber air minum untuk masyarakat di Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung.
Sungai Citarum memiliki peran yang sangat strategis. Selain mengaliri areal irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hektar, juga menjadi urat nadi kehidupan 28 juga masyarakat
"Kalau tidak sinergis, apapun programnya, Citarum akan tetap seperti ini. Kuncinya adalah integrasi semua kementerian, lembaga, pemerintah pusat,pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota," kata Ahmad Heryawan.