Blusukan di Pasar, Puti berikan harapan baru bagi Petani dan Pedagang Brambang

Usai melakukan panen padi raya di Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Puti Guntur Soekarno melanjutkan safarinya di pasar brambang (bawang merah) dan sayur di Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro.

Bruriy Susanto
Oleh Bruriy Susanto - Reporter
Blusukan di Pasar, Puti berikan harapan baru bagi Petani dan Pedagang Brambang
Puti di pasar brambang dan sayur di Desa Sukomoro. ©2018 Merdeka.com

Usai melakukan panen padi raya di Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon, Puti Guntur Soekarno melanjutkan safarinya di pasar brambang (bawang merah) dan sayur di Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro.

Di pasar tersebut, calon wakil gubernur Jawa Timur mengaku melihat langsung potret harga komoditi di Nganjuk. Puti, juga berbincang-bincang dengan pedagang brambang terbesar di wilayah mataraman tersebut. Pedagang mengeluhkan harga brambang di pasaran sempat mengalami penurunan drastis.

"Tetapi sekarang alhamdulillah sudah naik sekitar dari Rp 8 ribu perkg menjadi Rp 9 ribu per kg," kata salah seorang pedagang ketika diajak ngobrol oleh Puti.

Puti pun mencoba untuk menenangkan para pedagang pasar tersebut. "Saya dapat masukan kalau harga brambang jatuh.Tapi sekarang kita bersyukur harga sudah mulai stabil," kata Puti Guntur Soekarno, Jumat (9/2).

Namun, lanjut Puti, dalam menstabilkan harga-harga sembako khususnya brambang, perlu dipahami dan dimengeri oleh masyarakat, khususnya petani dan pedagang bahwa tidak stabilnya harga sembako itu tidak hanya terjadi di wilayah Nganjuk saja, melainkan di sejumlah daerah mengalami hal sama.

Puti di pasar brambang dan sayur di Desa Sukomoro ©2018 Merdeka.com


"Disinilah pentingnya intervensi pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi di dalam menstabilkan harga kebutuhan komoditi. Ke depan harapan kita pemerintah pro terhadap para petani dan pedagang. Jangan sampai petani yang menjadi soko perekonomian bangsa ini tidak diperhatikan," kata Puti.

Kata Puti, dalam visi dan misinya berharap industri pengolahan dari komoditi yang ada itu bisa bervariatif. Seperti bahan mentah brambang atau bawang itu harus dikembangkan dengan menjadikan berbagai rasa. Selanjutnya, dijual oleh ibu - ibu yang menjadi sebagai salah satu ujung tombak di dalam menunjang perekonomian.

"Untuk mengolah ini maka harus mendapatkan pelatihan, guna memiliki kreativitas mengolah bagaimana bawang itu bisa diolah tidak hanya dijual mentah sebagai bawang atau brambang saja. Tapi bisa jadi industri pengolahan," katanya.

Rekomendasi