Fokus silaturahmi, Polri belum telusuri pemotong video pidato Kapolri soal ormas

Silaturahmi itu, lanjut dia, agar pihak-pihak yang merasa tak sepakat dengan ucapan Tito dapat memahami konteks yang sebenarnya dari video itu. "Untuk itu diperlukan pendinginan dan ini ditunjukan dalam konteks video ini akan silaturahmi ke semua pihak terutama ormas Islam, tokoh agama, ulama," kata M Iqbal.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Fokus silaturahmi, Polri belum telusuri pemotong video pidato Kapolri soal ormas
Gedung Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah mengklarifikasi video yang merekam dirinya saat pidato dan menyinggung soal ormas Islam. Dia mengaku video yang tersebar di media sosial tak utuh sudah dipotong dari 26 menit menjadi 2 menit.

Atas klarifikasi itu, Mabes Polri belum bisa mau bicara banyak saat disinggung apakah pelaku pemotong video akan diburu dalam waktu dekat.

"Belum. Kita masih silaturahmi meyakinkan semua pihak bahwa pidato tersebut, angle tidak begitu dan sama sekali tidak memojokkan kelompok lain selain NU dan Muhammadiyah. Perkara siapa yang memotong dan mengupload Polri belum sampai di situ," kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol M Iqbal di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (1/2).

Silaturahmi itu, lanjut dia, agar pihak-pihak yang merasa tak sepakat dengan ucapan Tito dapat memahami konteks yang sebenarnya dari video itu.

"Untuk itu diperlukan pendinginan dan ini ditunjukan dalam konteks video ini akan silaturahmi ke semua pihak terutama ormas Islam, tokoh agama, ulama. Dan bukan kali ini aja sebelum viral video ini Pak Kapolri menyampaikan mari gandeng semua pihak karena Polri tidak bisa sendiri mengamankan negeri ini," ucapnya.

"Kemarin banyak sekali dan memahami serta tidak mempermasalahkan dan menguatkan pegangan sebelumnya," sambung Iqbal.

Saat ini, sambung dia, Polri akan fokus pada tugasnya menciptakan Kamtibmas. Apalagi tahun ini sampai 2019 adalah tahun politik.

"Kita lebih maksimalkan Polri milik masyarakat dan semua komponen masyarakat kekuatan Polri menciptakan Kamtibmas. Dalam tanda petik ke depan akan panas karena ini tahun politik," ujarnya.

Rekomendasi