Hunian kumuh di bantaran Kali Pepe di Solo disulap jadi rumah deret layak huni

Rumah deret yang diresmikan hari ini memiliki 12 kamar yang terbagi menjadi tiga lantai. Untuk satu kamar memiliki luas 24 meter persegi. Selain kamar mandi dalam, lantai dasar bisa digunakan sebagai tempat usaha warga. Pembangunan rumah deret di Ketelan menelan anggaran Rp 3,5 miliar dari dana APBD Kota.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Hunian kumuh di bantaran Kali Pepe di Solo disulap jadi rumah deret layak huni
Kampung deret di Solo. ©2018 Merdeka.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyulap hunian kumuh di pinggir Kali Pepe menjadi rumah deret yang lebih bersih dan layak huni. Setelah sejumlah lokasi lainnya, hari ini diresmikan rumah deret di pinggir Kali Pepe, Kelurahan Ketelan, Banjarsari.

Saat ini, Pemkot Solo mempunyai sedikitnya lima rumah deret yang ada di sepanjang Kali Pepe. Setelah di Ketelan, ke depan Pemkot berencana menambah satu rumah deret lagi di kawasan Mangkubumen.

"Saya titip pesan untuk warga yang akan menghuni rumah deret ini, harus ikut menjaga semua fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah. Jangan membuang sampah di Kali Pepe," ujar Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, usai meresmikan rumah deret, Jumat (26/1).

Rudyatmo berharap dengan program rumah deret, Pemkot Solo bisa memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi warganya.

Sementara itu, salah seorang penghuni, Mardinah (68) mengaku senang dengan dibangunnya rumah deret ini. Sebelum rumah deret dibangun, dirinya bersama keluarga hanya tinggal di bibir sungai Pepe dan setiap kali hujan banjir selalu mengancam warga.

"Kami senang sekali sudah dibangun rumah deret ini. Jadi tidak kebanjiran. Bangunannya bagus ada kamar mandi dalamnya," terang Mardinah yang mengaku sudah 14 tahun tinggal di bibir sungai.

Rumah deret yang diresmikan hari ini memiliki 12 kamar yang terbagi menjadi tiga lantai. Untuk satu kamar memiliki luas 24 meter persegi. Selain kamar mandi dalam, lantai dasar bisa digunakan sebagai tempat usaha warga.

Rudyatmo menambahkan, pembangunan rumah deret di Ketelan menelan anggaran Rp 3,5 miliar dari dana APBD Kota. Nantinya warga yang tinggal akan dikenakan sewa setiap bulannya sebesar Rp 100 ribu.

"Namun untuk enam bulan pertama akan kami gratiskan, jadi warga tidak perlu membayar sewa."

Rekomendasi