Seluruh wilayah di Jawa Tengah berpotensi terjadi gesekan selama proses Pilgub. Mengantisipasi kerawanan tersebut, TNI akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk meredam gesekan yang terjadi.
Pernyataan tersebut dikemukakan Panglima Kodam (Pangdam) IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto, di sela kunjungan kerja di Markas Kodim 0735/Surakarta, Jumat (19/1). Dia juga mengaku jika pihaknya sudah melakukan pemetaan kerawanan tersebut.
"Potensi konflik menjelang Pilgub Jateng pasti ada, saya tak pernah underestimate. Di seluruh tempat di Jateng saya anggap rawan," ujarnya.
Dengan pemetaan tersebut, lanjut dia, antisipasi dan penanganan terjadinya gesekan yang timbul di masyarakat akan lebih mudah. Antisipasi lain juga dilakukan dengan cara memonitor melalui media sosial. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Polda Jateng.
"Untuk pengamanan, kami ini hanya membackup aparat terkait yakni Polda Jawa Tengah dan Polres setempat. Nanti akan ada koordinasi-koordinasi lanjutan mengenai itu," katanya.
Mantan Kapuspen TNI ini juga mengimbau agar masyarakat menghindari black campaign atau menjelek-jelekkan pasangan satu dengan yang lain. Guna meredam hal tersebut pihaknya bekerjasama dengan Polda Jawa Tengah membentuk Cyber Anti Black Campaign.
Sementara itu, Wuryanto berjanji untuk menjaga netralitas TNI pada Pilgub Jateng. Apalagi hasil lembaga survei saat ini menunjukkan jika TNI di posisi atas sebagai institusi yang dipercaya masyarakat.
"Dengan netralitas yang terus kami jaga, kepercayaan masyarakat kepada TNI akan terus bertambah," ujarnya.