Jelang akhir tahun 2017 hingga awal 2018, harga sembako di pasar-pasar tradisional yang ada Jawa Timur dipastikan tetap stabil. Hanya saja, untuk harga cabai mengalami fluktuasi luar biasa. Kenaikan harganya tidak dalam hitungan hari, melainkan hitungan jam.
Seperti yang terjadi di pasar tradisional Pabean, Surabaya misalnya. Salah satu pedagang di Pasar Pabean, Sukemi mengatakan, di waktu normal harga cabai di kisaran Rp 30 ribu perkilogram. Namun saat Natal dan jelang Tahun Baru 2018, harganya berubah-ubah tiap jam.
"Tergantung barangnya ada apa nggak. Misalkan harga normalnya Rp 30 ribu perkilogram, kalau sore gak ada cabai, harganya bisa naik Rp 40 ribu perkilogram. Malam hari masih tidak ada barang, bisa naik lagi Rp 50 ribu. Tapi bisa juga turun seketika, saat ada pasokan barang," keluh Sukemi, Rabu (27/12).
Sementara anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo Soekartono yang sedang inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pabean, mengaku terkejut mendengar rasio kenaikan cabai yang tidak wajar.
Untuk itu, politikus Partai Gerindra ini meminta dinas terkait untuk terus melakukan kontrol. Sebab, pemerintah telah memberi perlindungan harga komoditas melalui Undang-Undang (UU) Nomor 7 tahun 2014, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 tahun 2015.
"Ada undang-undang dan PP (yang mengatur) itu. Ada 11 komoditas harus dikontrol dari sisi harga. Cabai masuk 11 komoditas yang dijamin pemerintah," kata Bambang Haryo.
Namun jika harga cabai mengalami fluktuasi di saat harga-harga bahan pokok lainnya stabil, kata Bambang Haryo, tentu harus ada evaluasi.
Anggota DPR RI dari Dapil I, Surabaya-Sidoarjo ini menduga adanya spekulan nakal yang memang sengaja mempermainkan harga cabai di pasaran. "Yang salah bukan pedagang, tapi spekulan. Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan harus menganalisa ini (kenaikan harga cabai)," pintanya.
Dia menegaskan bahwa rasio kenaikan harga bahan pokok harus tetap di kisaran yang wajar. "Tidak boleh fluktualsi begini, ndak boleh naik-turun, naik-turun begini. Ini saya mohon untuk dikontrol," pintanya.
"Jadi itu yang kta inginkan agar masyarakat itu mendapatkan harga yang paling rendah, maksudnya yang paling minimal. Makanya saya juga butuh laporan dari pedagang dan masyarakat apa kendalanya di pasar," tandasnya.