Din Syamsuddin sebut dialog menjadi solusi untuk masalah kemajemukan

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie menginginkan adanya sebuah dialog pergaulan lebih inklusif antar masyarakat.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Din Syamsuddin sebut dialog menjadi solusi untuk masalah kemajemukan
Din Syamsuddin. ©2017 Merdeka.com

Utusan Khusus untuk Dialog Antar Umat Beragama, Din Syamsuddin mengungkapkan belakangan ada sedikit percikan-percikan persoalan kemajemukan antar rakyat Indonesia. Din menegaskan, kondisi tersebut akan ganggu persatuan dan kesatuan bangsa jika dibiarkan. "Secara khusus harus diakui bahwa ada masalah walaupun tidak terlalu besar dalam hubungan antara kemajemukan. Sehingga muncullah isu-isu tentang dominasi ekonomi tentang keterlibatan politik yang ini sesungguhnya tidak produktif atau negatif bagi upaya kita membangun kebersamaan," ujar Din dalam acara seminar dan diskusi mengenai Prospek Indonesia di Tahun 2018 diadakan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Jakarta, Sabtu (16/12).Ketua Dewan Pertimbangan MUI mengatakan perlunya diskusi membahas persoalan sentimen antar kelompok sebagai langkah awal untuk menemukan jalan keluar. Salah satunya memalui dialog antar golongan."Tentu dialog yang tulus terbuka terus terang untuk menyelesaikan masalah. Maka ya saya tawarkan tadi. Kesalahpahaman itu bisa kita atasi," jelas Din.Sementara itu, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie menginginkan adanya sebuah dialog pergaulan lebih inklusif antar masyarakat. Hal itu juga diharapkan menjadi sebuah pergaulan pembauran bersama dan akan berdampak juga dalam mengatasi sebuah kesenjangan sosial setiap warga negara."Saya sarankan membuka dialog dan pergaulan inkulsif. Ini kan penting supaya pergaulan politik juga begitu. Sehingga pada saatnya nanti kita bisa bersinergi satu dengan yang lainnya sehingga tidak ada kesenjangan dan kesenjangan ini salah satu yang harus diatasi," jelas Jimly.

Rekomendasi