Ribuan unit angkutan kota (angkot) di Medan, Sumatera Utara, mogok beroperasi, Rabu (13/12). Meski warga sempat kesulitan mendapatkan transportasi, aktivitas di kota ini masih berlangsung normal.Aksi mogok dilakukan para pengemudi angkot ini sebagai protes terhadap maraknya transportasi berbasis aplikasi online."Diperkirakan ada 8.000 armada yang mogok pada hari ini," kata Ketua Organda Medan, Monthgomery Munthe.Mogok akan terus berlangsung hingga Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, menghentikan seluruh operasional transportasi online.Aksi mogok massal ini membuat warga kesulitan untuk mendapatkan angkutan umum. Penumpukan penumpang terjadi, terutama pada pagi hari."Aku nunggu di depan RS Siti Hajar, Jalan Jamin Ginting, jam 07.00 WIB tadi. Tapi enggak ada angkot, jadi aku jalan kaki ke sekolah. Sampai juga," kata Nikita Simanjuntak, siswi SMP Swasta Immanuel.Namun, ada warga lain yang lebih beruntung. Mereka diangkut mobil polisi dan kendaraan Pemkot Medan.Sementara angkutan online tampak tetap beroperasi. Namun sangat sedikit yang mengenakan seragam."Hati-hati kami bang, banyak sweeping," kata Arman, seorang pengemudi ojek online.Sweeping memang terjadi di sejumlah kawasan, seperti Simpang Pos dan simpang Setia Budi. Para sopir angkot menghentikan pengemudi ojek online, memaksa penumpang turun, bahkan merampas seragam pengemudi. Sejumlah petugas kepolisian berjaga di kawasan Simpang Pos."Kami dari masih mengantisipasi sweeping yang dilakukan sopir-sopir angkot kepada pengendara angkutan online. Kita juga membantu anak sekolah," kata Kapolsek Deli Tua, Kompol Arifin Marpaung.Dia mengakui di lokasi itu ada 2 sopir yang sudah diamankan petugas. "Ada diamankan oleh petugas Sabara dibawa ke Polrestabes Medan," jelas Arifin.Saat ini kondisi lalu lintas di Kota Medan tetap normal, meskipun angkot tak terlihat. Kepadatan kendaraan tetap terjadi di sejumlah titik.
Angkot di Medan mogok, penumpang terlantar diangkut mobil polisi
Ribuan unit angkutan kota (angkot) di Medan, Sumatera Utara, mogok beroperasi, Rabu (13/12). Meski warga sempat kesulitan mendapatkan transportasi, aktivitas di kota ini masih berlangsung normal.
Advertisement
Rekomendasi