Universitas Gunadarma berkolaborasi dengan KapanLagi Network (KLN) kembali menggelar The Future Talks. Jumat (17/11), kegiatan digelar di SMA Islamic Center Tangerang, Banten.Adapun pembicara inspiratif yang dihadirkan Anton, pemilik butik tas dengan brand yang dikembangkan sendiri "Westward Works". Di hadapan siswa SMA Islamic Center, dia berbicara pengalamannya dengan tajuk "Strategi Menghadapi Era Digital".Anton diundang sebagai pembicara, karena dianggap sukses keluar dari rutinitas kerja di bidang media dan teknologi yang digelutinya selama 20 tahun, PT Elex Media Komputindo dan Pinpoint Publications.Anton menceritakan, yang disampaikannya lebih banyak soal pengalamannya sejak bangku SMA hingga sukses membangun brand sendiri."Yang sampaikan pengalaman itu, untuk teman-teman, adik-adik kita ini bisa mengambil bayangan dan inspirasi karir mereka untuk meraka, setelah lulus sekolah," ujarnya.Dia sengaja mengangkat tema terkait era digital, lantaran disesuaikan dengan perkembangan zaman, khususnya dunia teknologi informasi. Sebab, tantangan sekarang berbeda dengan era sebelumnya."Internet sudah sedemikian pesatnya, indentik sama kecepatan. Dan tidak bisa mengimbangi, pasti akan ketinggalan. 7 juta pengangguran di Indonesia, saya berharap, mereka bukan salah satu jumlah tersebut," katanya.Di sisi lain, Anton mengaku, karirnya dimulai sejak SMA dan diawali dengan menulis untuk Majalah Mikro Data. Setelah lulus, bekerja di Kompas Gramedia dan di media sama."Sehingga, kuliah saya terbengkalai," ungkapnya. Tapi, terus menggelutinya sejak 1999-2015 serta memimpin redaksi Majalah mobil, Motor, PC media, Info Linux.
Future Talk ©2017 merdeka.com/Endang Saputra
Katanya, bekerja sebagai seorang jurnalis cukup menarik, karena punya level dan misi sendiri. Namun pertimbangan lain menjadi dasar dirinya "banting setir" dan melanjutkan karir di tempat lain.Dalam membangun Westward Works bukan perkara mudah. Namun, untuk sukses, menurutnya, cukup sederhana, tidak menyusahkan orang. "Atau tidak menzalimi orang," ucapnya.Untuk merintis karir, Anton menyarankan kepada generasi muda untuk membentuk karakter dan perilakunya sejak dini. Caranya diawali dari hal sederhana, seperti menepati janji terhadap orang lain."Kedua, jangan mengeluh. Ketiga, cari lingkungan juga yang baik. Dari teman-teman mereka yang membawa aura yang kurang baik, lebih baik dihindari," katanya. Sebab, lingkungan berpengaruh terhadap seseorang.Dia juga meminta siswa SMA Islamic Center berani mengambil keputusan tanpa melawan orang tuanya."Yang penting, jangan gampang mengeluh. Itu yang paling penting," katanya mengingatkan.Anton menambahkan, The Futures Talk merupakan acara yang cukup penting bagi generasi muda. Alasannya, para siswa berkesempatan mendapat inspirasi dari narasumber berkompeten di bidangnya.Karenanya, dia ingin acara tak cuma digelar di Jakarta dan daerah sekitar. "Bisa di daerah-daerah lain. Mungkin bisa dinaikkan levelnya ke pendidikan universitas. Ketika mereka mau lulus, pasti pertanyaan sama, tapi tingkat kematengannya beda," jelasnya.Humas SMA Islami Center, Heni Indrawati, pun menyampaikan hal sama. Katanya, The Future Talks cukup bagus, karena bisa memotivasi para siswa, khususnya kelas XII yang segera melanjutkan studi ke perguruan tinggi."Tentunya mereka melihat dengan acara ini terbuka dengan wawasannya untuk bisa memilih melanjutkan pendidikan atau tempat bekerjanya nantinya," urainya.Heni berharap semoga siswa-siswi Islamic Center kian sukses ke depannya, baik karir maupun pendidikannya. Sebab, cuma itu yang membahagiakan para guru.Heni juga mengharapkan The Future Talks kian berkembang di kemudian hari. Pembicara inspiratif yang dihadirkannya pun kian beragam dari berbagai bidang."Supaya setiap siswa merasa punya tempat untuk bertanya, punya tempat mengetahui bagaimana nanti dia di masa depan," katanya.