Usai olah TKP, Polri masih dalami kasus pembakaran Polres Dharmasraya

Tim Labfor bekerja terus mengidentifikasi penyebab kebakaran dan memastikan sumber titik api. Sedangkan tim INAFIS fokus mengumpulkan petunjuk yang mengarah kepada identitas pelaku penyerangan.

ER Chania
Oleh ER Chania - Reporter
Usai olah TKP, Polri masih dalami kasus pembakaran Polres Dharmasraya
Olah TKP kebakaran dan penyerangan Polres Dharmasraya. ©2017 Merdeka.com

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Mabes Polri bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan dibantu petugas Polda Sumbar melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran dan penyerangan Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat, Senin (13/11).Sampai pukul 18.00 WIB, beberapa petugas INAFIS maupun Labfor masih sibuk melakukan identifikasi puing-puing bangunan yang hangus terbakar. Tim Labfor bekerja terus mengidentifikasi penyebab kebakaran dan memastikan sumber titik api. Sedangkan tim INAFIS fokus mengumpulkan petunjuk yang mengarah kepada identitas pelaku penyerangan.Direktur Reskrimum Polda Sumatera Barat AKBP Erdi Adrimurlan Chaniago menjelaskan, untuk mengidentifikasi tersebut, dibutuhkan waktu dua hingga tiga hari ke depan untuk menarik kesimpulan asal api dan di mana api muncul pertama kali."Lamanya tentu tergantung tingkat kesulitan. Paling tidak dua atau tiga hari ke depan bisa kita peroleh hasilnya," kata Erdi usai meninjau lokasi kebakaran.Selain itu lanjut Erdi, petugas juga telah memeriksa dan mewawancarai sembilan saksi. Termasuk anggota Kepolisian dan pihak lain yang berada di lokasi saat kejadian penyerangan Mapolres Dharmasraya pada hari Minggu (12/11) dini hari."Ya, petugas sudah periksa sembilan orang," katanya membenarkan.Di samping itu, Tim INAFIS Polda Sumbar dan Mabes Polri melakukan identifikasi pelaku menggunakan alat bernama MAMBIS (Mobile Automatic Multi Biometric Identification System). Alat yang menyerupai alat gesek transaksi ini mampu mengidentifikasi seseorang dari sidik jarinya. Dengan catatan, sasaran identifikasi sudah pernah terdaftar dalam sistem e-KTP.Erdi menyebutkan, akurasi hasil identifikasi dengan MAMBIS menyentuh 90 persen. "Kedua tersangka sudah bisa kami identifikasi berdasarkan alat tadi," ujarnya.Sedangkan kedua jenazah pelaku penyerangan masih disimpan di RS Bhayangkara Kota Padang. Hingga Senin malam (13/11), belum ada pihak keluarga yang mendatangi rumah sakit untuk menjemput jenazah pelaku. Padahal, pencocokan DNA antara keluarga dan pelaku diperlukan untuk kepastian identitas pelaku penyerangan Polres Dharmasraya.

Rekomendasi