Aksi ribuan pengemudi dan pengusaha angkutan konvensional di Makassar yang berlangsung di Jl Urip Sumoharjo, depan kantor Gubernur Sulsel ricuh. Yang tadinya sekadar bergantian orasi di atas atap angkot yang dijadikan panggung orasi dan menutup setengah badan jalan, kini pengunjuk rasa mulai liar sejak satu jam lalu. Jumlah pengunjuk rasa awalnya hanya ratusan orang, hingga siang ini sudah mencapai ribuan. Aksi di depan kantor gubernur ini berlangsung mulai pukul 10.00 WITA. Tuntutannya ingin segera dipertemukan dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo guna menyampaikan langsung aspirasi mengenai Permenhub 108 tahun 2017 dan sejumlah poin yang harus segera diputuskan oleh Pemprov Sulsel. Namun saat ini, Gubernur Sulsel berada di Kabupaten Maros kunjungan kerja. Sehingga aparat kepolisian yang mencoba memfasilitasi pertemuan antara perwakilan pengunjuk rasa dan perwakilan dari Pemprov Sulsel. Namun ini ditolak karena mereka tidak mau ditemui oleh perwakilan dan juga tidak mau hanya perwakilan pengunjuk rasa yang diterima. Alhasil usaha buntu sehingga pengunjuk rasa yang mulai kepanasan karena terik matahari, terus berulah. Becak motor yang tiba-tiba nyosor hendak menerobos jalan yang sudah ditutup full itu langsung dicegat oleh rekannya sendiri. Penumpangnya dipaksa turun. Seorang pengemudi grab motor tiba-tiba juga muncul dari ujung lorong. Penumpangnya mengenakan helm grab hijau. Pengemudi ini pun jadi sasaran amuk massa. Untungnya polisi cepat menengahi sehingga pengemudi dan penumpangnya bisa lolos, menjauh dari lokasi.
Sementara pengemudi lain tiba-tiba berusaha merangsek dengan becak motornya, hendak menembus gerbang kantor gubernur. Polisi tidak tinggal diam, pengemudi ini kemudian ditangkapi. Beberapa menit ditahan, akhirnya pengemudi ini dilepas lagi karena rekan-rekannya mengamuk.Tidak sampai di situ, tiba-tiba ada mobil yang mencoba menerobos jalan yang dipenuhi pengunjuk rasa. Mobil ini jadi sasaran juga, dikejar karena ada yang berteriak grab car. Karena lajunya lambat membuat mobil ini mudah dijangkau. Para sopir yang berunjuk rasa ini menendang bagian belakang dan sisi kiri kanan mobil membuat body mobil penyok namun mobil ini berhasil lolos sebelum pengunjuk rasa yang lebih banyak lagi mendatanginya.Tidak lama, melintas lagi mobil Avanza hitam dengan nomor plat DD 1295 R. Juga dihadang, lagi-lagi karena teriakan grab car. Kaca mobil ditimpuk batu berkali-kali hingga pecah. Pengemudi mobil ikut terluka bagian wajah karena kena pecahan kaca. Mobil ini dapat lolos usai dibantu oleh kepolisian.
Dua orang yang diduga provokator diringkus polisi. Dia digiring masuk halaman kantor gubernur yang dipenuhi polisi. Sejumlah rekannya berusaha melepaskannya dari cengkeraman polisi namun gagal.Hingga sore ini, aksi masih berlangsung di depan kantor gubernur. Rencananya, aksi akan berakhir hingga pukul 16.00 WITA nanti.