Kabur dari Rudenim Balikpapan, 3 WN Afghanistan terditeksi di Banjarmasin

Kabur dari Rudenim Balikpapan, 3 WN Afghanistan terditeksi di Banjarmasin. Mereka yaitu Reza Panahi, Morteza Haidar dan Arif Feroghi, diketahui mendatangi usaha travel di Balikpapan untuk melakukan perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Kabur dari Rudenim Balikpapan, 3 WN Afghanistan terditeksi di Banjarmasin
Ilustrasi orang hilang. ©2015 Merdeka.com

Lima imigran pencari suaka, WN Afghanistan yang kabur dari Rutan Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan, Kalimantan Timur, masih dicari. Sampai siang ini, tiga di antaranya, terditeksi berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.Mereka yaitu Reza Panahi, Morteza Haidar dan Arif Feroghi, diketahui mendatangi usaha travel di Balikpapan untuk melakukan perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Tiga orang itu berangkat tanggal 27 Oktober jam 6 pagi, dan tiba di Banjarmasin, jam 9 malam. Tiga orang ini, juga sempat meminta bantuan ke sopir travel, buat dicarikan tiket kapal ke Surabaya," kata Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan Bismo Surono, dikonfirmasi merdeka.com, Senin (30/10)."Kami sudah koordinasi dengan rekan-rekan Imigrasi di Banjarmasin untuk membantu pengawasan di pelabuhan dan bandara," ujar Bismo.Sementara itu, lanjut Bismo, dua WN Afghanistan lainnya Mohamad Hadi Haidari dan Muhamad Jawad Esani, diduga kuat masih berada di Balikpapan. "Untuk yang masih ada di sini, pencarian difokuskan di Balikpapan," tambahnya."Baik itu di pelabuhan dan juga bandara Sultan Aji Muhammar Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, semua akses dalam pengawasan tim yang ada di Timpora. Mereka masih kami cari," terangnya lagi.Sedangkan, Ali Agha Hamjah, satu imigran yang juga coba kabur dari Rudenim namun gagal, setelah sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit karena jatuh gagal memanjat tembok, saat ini juga sudah dikembalikan ke Rudenim. "Semua foto-foto kami sebarkan ya," demikian Bismo.Diketahui, 6 WNA Afghanistan nekat kabur dari Rudenim Balikpapan, Kalimantan Timur, 27 Oktober 2017 lalu, sekitar jam 5 pagi. Seorang diantaranya gagal kabur lantaran patah kaki, lalu diamankan warga.Keenam WN itu, merupakan pencari suaka yang diamankan di Rudenim, sejak Juli 2014 lalu. Proses yang lama di UNHCR ditengarai jadi penyebab mereka demikian lama berada di Rudenim.

Rekomendasi