Wali Kota Solo minta pengemudi batalkan aksi mogok taksi

Para pengemudi taksi dan angkutan umum berencana melakukan aksi mogok di Bundaran Gladag. Mereka akan menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Gubernur untuk tidak memberi kuota kepada taksi online hingga menentukan tarif minimal taksi Rp 25.000 di Solo.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Wali Kota Solo minta pengemudi batalkan aksi mogok taksi
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. ©2017 Merdeka.com

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meminta para pengemudi taksi konvensional membatalkan rencana aksi mogok yang akan dilakukan, Senin (30/10). Terlebih dengan aksi sweeping terhadap pengemudi taksi online."Saya minta kalau bisa tidak usah ada aksi saja, karena tuntutan mereka akan kita kirimkan ke Gubernur. Kalau pun ada aksi harus mentaati aturan yang berlaku dan jangan sampai menggangu pengguna jalan lainnya, jangan sampai ada sweeping," ujar Rudyatmo.Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Hari Prihatno menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan perwakilan pengemudi taksi untuk tak melakukan aksi mogok pada Senin ini. Ia juga meminta aksi dilaksanakan setelah tanggal 9 November saja.Para pengemudi taksi dan angkutan umum berencana melakukan aksi mogok di Bundaran Gladag. Mereka akan menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Gubernur untuk tidak memberi kuota kepada taksi online hingga menentukan tarif minimal taksi Rp 25.000 di Solo.Terdapat lima poin tuntutan itu di antaranya meminta tarif minimal taksi yang menggunakan aplikasi online senilai 25.000; meminta ditetapkannya kuota nol untuk taksi online pelat hitam; menetapkan berlakunya revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor (Permenhub) 26 Tahun 2017 per 1 November. Selain itu penindakan tegas pada pelanggaran revisi Permenhub Nomor 26 Tahun 2017; serta meminta Pemkot membatasi jumlah pengemudi ojek online di wilayah Solo.

Rekomendasi