Sopir taksi konvensional: Buat apa demo, sekarang kawal hasil kesepakatan

Tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat dan Polda Jawa Barat serta Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan Kota Bandung melakukan penertiban angkutan berbasis online. Ini bagian dari upaya pemerintah melakukan penertiban angkutan online secara bertahap.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Sopir taksi konvensional: Buat apa demo, sekarang kawal hasil kesepakatan
Razia angkutan online di Jabar. ©2017 Merdeka.com

Ketua Harian Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat Anton Ahmad Fauzi mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga kondusifitas Kota Bandung. Salah satunya dengan tidak menggelar aksi sweaping‎ pada angkutan online."Kita tunda dulu demo. Kita lihat saja dulu hasil kerjanya. Kita mungkin ada provokasi di luar WAAT Jabar. Enggak ada sweaping, kita selalu berkoordinasi," katanya yang turut melihat razia angkutan online yang digelar di Bunderan Cibiru, Kota Bandung, Selasa (10/10).Tim gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat dan Polda Jawa Barat serta Polrestabes Bandung dan Dinas Perhubungan Kota Bandung melakukan penertiban angkutan berbasis online. Ini bagian dari upaya pemerintah melakukan penertiban angkutan online secara bertahap.Razia tersebut digelar di Bunderan Cibiru, Kota Bandung karena menjadi titik masuk dan keluar kendaraan kabupaten dan kota. Razia menyasar juga pada kendaraan pribadi secara umum untuk melihat kelengkapan surat-surat dan kelaikan, namun jika dalam operasi tersebut ditemukan indikasi angkutan berbasis aplikasi pihak-pihak tersebut akan melakukan penindakan.‎Dia meminta kepada sopir angkot untuk menunggu hasil kesepakatan audiensi dengan Dishub Jabar yang sudah ditindaklanjuti pemerintah pusat. "Untuk apa demo, sekarang mengawal hasil kesepakatan," tambahnya.Dia tetap mengimbau pada seluruh sopir angkutan kota agar tetap menciptakan suasana kondusif dan patuhi imbauan Pemerintah dan aparat setempat.

Rekomendasi