Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mendapat laporan terkait jumlah korban penembakan di Mandalay Bay Resort dan Kasino Las Vegas, Amerika Serikat. Dari laporan tersebut, dipastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban. "Saya sudah mendapatkan laporan bahwa tidak ada WNI yang jadi korban," ungkapnya di lapangan utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10). Jokowi mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas terjadinya penembakan itu. Dia yakin pemerintah Amerika tegar dan kuat menghadapi ancaman terorisme seperti itu. "Kita mengutuk aksi terorisme seperti itu, aksi penembakan seperti yang terjadi di Las Vegas dengan korban yang begitu banyak," ucapnya. Diberitakan, aksi penembakan di Las vegas mengakibatkan 50 orang tewas dan 200 lainnya luka. Salah satu saksi mengatakan, pria bersenjata melepaskan tembakan tanpa henti dari lantai 32 hotel ke arah kerumunan orang.Kepolisian Las vegas menyatakan pria bersenjata yang diidentifikasi sebagai Stephen Paddock, 64 tahun, berada di lantai 32 sebelum akhirnya ditembak mati polisi."Pelaku penembakan yang merupakan pria lokal tewas setelah dilumpuhkan polisi," kata Kepala Polisi Las Vegas, Joseph Lombardo, seperti dilansir ABC News, Senin (2/10).Lombardo menuturkan tersangka penembakan melakukan aksinya sendiri. Namun pihak berwenang saat ini sedang memburu seorang wanita yang diduga mendampingi tersangka di hotel Mandala Bay lantai 32. Dia diidentifikasi sebagai Marilou Danley, wanita Asia.
Jokowi pastikan tak ada WNI jadi korban penembakan di Las Vegas
Jokowi pastikan tak ada WNI jadi korban penembakan di Las Vegas. Jokowi mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas terjadinya penembakan itu. Dia yakin pemerintah Amerika tegar dan kuat menghadapi ancaman terorisme seperti itu.
Advertisement
Rekomendasi