Gubernur Bali Made Mangku Pastika melihat ada kejanggalan dalam menerima pengungsi. Karena pengungsian membeludak pasca Gunung Agung berstatus awas. Hal tersebut didapatkan usai rapat evaluasi untuk penanggulangan bencana Gunung Agung Karangasem.Pastika mengatakan, jumlah pengungsi dari hasil pemetaan sebelumnya diperkirakan hanya sekitar 70 ribu orang yang berada di Kawasan Rawan Bahaya (KRB) III dan II. Namun kenyataannya hingga Jumat (29/9), pengungsi yang tersebar di sembilan Kabupaten/Kota jumlahnya mencapai sekitar 144.389 orang."Jadi, hanya 27 desa wajib mengungsi, sedangkan 51 desa lainnya akan dipulangkan ke desa semula karena jauh dari radius KRB III,II dan I," katanya usai rapat di Posko Komando Dermaga Tanah Ampo Karangasem, Bali, Sabtu (30/9).Dia mengatakan, akan menyiapkan segala fasilitas yang diperlukan guna memulangkan para pengungsi tersebut, serta menjamin para warga aman di tempat tinggalnya."Pada tahapan rekonsiliasi setelah tahapan evakuasi, seharusnya kita sudah memiliki validasi data pengungsi. Untuk itu saya kasi waktu seminggu untuk memulangkan mereka. Saat letusan terjadi, kita akan tetap lakukan pengamanan," ujarnya.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika ©2017 Merdeka.com/Gede Nadi Jaya
Tak hanya terkait pengungsi, Pastika juga menyoroti keberadaan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karangasem.Dia menginstruksikan, agar pegawai yang lingkup kantornya ada di Kota Amlapura untuk segera kembali ke posnya masing-masing dan mulai beraktifitas seperti biasa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat."Kepada Bupati tolong beri tindakan tegas jika masih ada yang tidak melaksanakan tugas, mereka harus tetap memberikan pelayanan, karena seperti hasil koordinasi di Kota Amlapura Karangasem termasuk kawasan aman," pungkas Pastika.