BNN sebut banyak pecandu narkoba enggan rehabilitasi karena malu

Direktur Pasca Rehabilitasi BNN Brigjen Pol Budiyono mengatakan, saat ini masyarakat yang melakukan rehabilitasi atas penggunaan narkotika belum mencapai target. Sebab, berdasarkan data di tahun 2017 baru mencapai 16.000 orang.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
BNN sebut banyak pecandu narkoba enggan rehabilitasi karena malu
BNN Kaltim bekuk pengedar sabu di Kutai Timur. ©2017 merdeka.com/nur aditya

Direktur Pasca Rehabilitasi BNN Brigjen Pol Budiyono mengatakan, saat ini masyarakat yang melakukan rehabilitasi atas penggunaan narkotika belum mencapai target. Sebab, berdasarkan data di tahun 2017 baru mencapai 16.000 orang."Intinya kita merehab setiap tahun, rata-rata, tahun 2017 targetnya 30 ribu orang, tapi sampai sekarang baru mencapai sekitar 60 persen. 16 Ribuan lah," ujarnya di BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (20/9).Dia menambahkan, masyarakat banyak enggan melakukan rehabilitasi sebab muncul stigma negatif. Selain itu juga, masyarakat takut menghadapi petugas."Dari data itu, ada 4 sampai 5 juta orang pernah menggunakan. Pengguna reguler itu 1 sampai 2 juta orang, yang butuh rehab. Tapi kenyataannya yang datang sedikit sekali karena stigma negatif. Meskipun undang-undang sudah menjamin wajib lapor, bagi orang atau keluarga yang memiliki anggotanya kecanduan itu bisa melapor dan direhab gratis. Tapi yang memanfaatkan sedikit sekali," bebernya."Masyarakat merasa kalau lapor itu aib, ada juga persepsi, kalau lapor takut ditangkap. Padahal sudah dijamin undang-undang, kalau pecandu itu adalah korban, yang akan kita tolong," sambungnya.Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat jangan takut untuk melaporkan apabila ada sanak familinya yang kecanduan barang haram."Pecandu segera melapor. Dan minta direhab, dan itu gratis. Kalau sudah semua di rehab, nggak ada pecandu, demand turun, nggak usah diberantas kayak gini. Kayak babat rumput sebetulnya. Selama permintaan tinggi akan datang terus narkoba," pungkasnya.

Rekomendasi