Kakek Teguh (63), warga Jalan Jenderal Sudirman RT 26 Balikpapan, Kalimantan Timur, tewas saat mengerjakan proyek menara masjid di kawasan Stalkuda, Balikpapan, Jumat (18/8). Proses evakuasi dari ketinggian menara masjid 15 meter yang dilakukan Basarnas berlangsung dramatis.
Informasi diperoleh, pagi tadi Teguh bersama dengan 2 rekannya, melanjutkan pekerjaan proyek menara masjid. Sebelum naik ke menara masjid, Teguh sempat mengeluh sakit.
"Dari keterangan rekan kerjanya sesama tukang, Pak Teguh ini sempat mengeluh mual, pusing-pusing," kata Kasi Operasi Basarnas Kaltim-Kaltara Octavianto, dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (18/8).
Sekitar pukul 10.00 Wita, Teguh mendadak tak sadarkan diri saat berada di atas proyek menara. Teman kerjanya yang melihatnya pun panik, dan melaporkan ke rekan lainnya di bawah.
Warga langsung melaporkan kejadian ini ke Basarnas. Warga tidak berani mengevakuasi Teguh karena memang dibutuhkan peralatan yang memadai. Tim evakuasi Basarnas yang tiba di lokasi, langsung menggunakan teknik rescue ketinggian. Tim Basarnas sempat memeriksa kondisi Teguh.
"Saat diperiksa awal, sudah tidak ada nadi, tidak ada nafas. Secara klinis, korban sudah meninggal dunia dan dia kita bawa turun ke bawah," terang Octavianto.
Usai mengevakuasi korban ke bawah menara sekitar pukul 12.25 Wita, tim medis kembali melakukan pemeriksaan kondisi fisik korban. "Tetap pada korban tidak ditemukan denyut nadi dan nafas, dan dinyatakan meninggal dunia," ungkapnya.
Diduga, Teguh sudah tidak bernyawa saat berada di ketinggian menara masjid. Terkait dugaan Teguh terkena serangan jantung, Octavianto tidak mau membuat kesimpulan.
"Kalau awalnya mual dan pusing, itu mirip gejala jantung ya. Cuma kita tidak bisa menarik kesimpulan begitu. Medis lanjutan yang nanti akan memastikan penyebab meninggalnya korban, bukan kita ya. Basarnas hanya bertugas pada proses evakuasi," jelasnya.
Selain Basarnas, proses evakuasi juga melibatkan Brimob dan TNI. Korban kemudian dibawa ke RSUD Kanujoso.