Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri terus menelusuri aliran dana atau aset yang dimiliki Direktur Utama PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari. Beredar dugaan aliran dana First Travel masuk ke koperasi Pandawa."Kita masih pendalaman karena ini kan banyak sampai dia mengatakan 'waduh saya lupa, gak tau kemana saja'. Ini yang masih kita petain satu per satu kemana," kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto di acara pemusnahan barang bukti di Garbage Plan, Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Selasa (15/8).Pihaknya juga akan terus mencari bukti pendukung untuk menguatkan terkait aliran dana tersebut."Kalau dia bilang ini ke Pandawa, buktinya mana. Kita enggak bisa hanya mendengar apa kata dia. Kita harus cari pendukung baru bisa declare ke media," ungkap dia."Sementara ini ya mungkin dia sedang shock sehingga keterangan belum bisa maksimal," tambahnya.Sebelumnya, Kuasa hukum First Travel, Eggy Sudjana menegaskan, kliennya tak pernah menyetorkan uang nasabah ke koperasi Pandawa hingga mengakibatkan gagal memberangkatkan umrah. Eggy mengaku sejauh ini belum mengetahui dana calon jemaah umrah tersebut."Klien saya sudah jelas hal itu dibantah. Tidak pernah Andika (Presiden Direktur First Travel) bilang," kata Eggy dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).Eggy mengatakan, apabila isu ini terus berkembang, ia tak ragu-ragu akan melaporkan ke pihak kepolisian. Selain itu, dirinya tak tahu menahu soal rekening yang diblokir polisi yang nominalnya sekitar Rp 1,3 juta."Kalau ada yang nuding ini saya akan tuntut. Kalau pembahasan soal itu belum tuntas dijelaskan klien saya, termasuk konteks jemaah 30 ribu yang belum berangkat. Ada statement yang 30 ribuan itu siap diberangkatkan," ujarnya.
Bareskrim akan dalami aliran dana First Travel ke koperasi Pandawa
Polisi akan terus mencari bukti pendukung untuk menguatkan terkait aliran dana tersebut.
Advertisement
Rekomendasi