Gagasan Happy Djarot & Shinta Sirait jadikan Jakarta kota layak anak

Menurut Happy, RPTRA bukan semata terkait dengan hak anak saja. Sebab dalam RPTRA juga selalu disediakan fasilitas untuk keluarga. "RPTRA dbuat bukan hanya untuk anak, tapi juga keluarga secara umum," kata Happy.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Gagasan Happy Djarot & Shinta Sirait jadikan Jakarta kota layak anak
PIA peringati Hari Anak Nasional. ©2017 Merdeka.com

Lima wilayah di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan yang diterima adalah Jakarta sebagai Kota Layak Anak. Demikian disampaikan istri Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Happy Djarot saat menyampaikan sambutan dalam acara Peringatan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan Persatuan Istri Anggota (PIA) DPR, Shinta Sirait, Jakarta, Rabu (26/7)."Jakarta diberi penghargaan sebagai Kota yang layak anak karena kita punya Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). RPTRA dijadikan acuan dalam penilaian oleh nasional," kata Happy.Menurut Happy, RPTRA bukan semata terkait dengan hak anak saja. Sebab dalam RPTRA juga selalu disediakan fasilitas untuk keluarga."RPTRA dbuat bukan hanya untuk anak, tapi juga keluarga secara umum," kata Happy.Happy berharap PIA DPR bisa semakin memaksimalkan perlindungan kepada anak secara maksimal. Ia pun senang PIA DPR bisa berkontribusi dalam peringatan hari anak. "Kami siap kerja sama," ungkapnya.Ketua Panitia Acara, Shinta Sirait, mengatakan bahwa posisi keluarga sangat penting dalam mendidik anak. Posisi ayah dan ibu bagi anak ibarat dua sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Keduanya sangat berperan, baik dalam menopang ekonomi keluarga maupun dalam rangka mengasuh anak.Shinta menilai ada banyak faktor di balik bullying anak-anak maupun tindakan kekerasan lainnya. Di antaranya karena kondisi ekonomi. Karena itu Sinta mengajak semua pihak untuk saling kerja sama dalam memajukan anak-anak Indonesia. Menurutnya, semua pihak juga harus memberikan perlindungan kepada anak-anak Indonesia dari semua tindakan bullying atau kekerasan, baik verbal maupun fisik. Di saat yang sama, semua pihak juga harus saling bekerjsama membantu anak-anak yang putus sekolah."Kita harus memberikan perhatian dan perlindungan anak demi masa depan bangsa," ungkap Shinta.Di masa-masa mendatang, Shinta Sirait, berharap warga Indoesia bisa menyaksikan anak-anak Indonesia yang penuh senyuman dan penuh keceriaan. Karena itu semua pihak juga harus saling bergandengan tangan untuk meringankan beban keluarga dan anak-anak yang masih membutuhkan."Dengan melihat anak-anak tersenyum, maka kita juga akan terseyum bahagia," tutup Shinta.

Rekomendasi