Pengakuan remaja korban penyiraman air keras di Duren Sawit

Pengakuan remaja korban penyiraman air keras di Duren Sawit. Saat kejadian, Nia sedang bersama dengan teman-temannya. Sekitar pukul 02.00 WIB, para pelaku menyiramkan air keras kepada korban. Dia mengaku tidak mengenali pelaku.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Pengakuan remaja korban penyiraman air keras di Duren Sawit
Korban disiram air keras di Klender. ©2017 merdeka.com/nur habibie

Nia Ayu Permatasari (16) korban penyiraman air keras di Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, hanya bisa terbaring lemas di ruang rawat Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, Selasa (2/5). Kondisinya mulai membaik setelah mendapatkan perawatan intensif dokter.

"Sudah mendingan sih, melihat bisa, tangan juga sudah bisa digerakin, yang tadi susah buat digerakkin," kata Nia kepada merdeka.com, Jakarta, Selasa (2/5).

Nia mulai menceritakan kejadian nahas yang menimpanya. Dia tidak tahu siapa pelaku penyiraman dan kesalahan apa yang dibuatnya sehingga disiram air keras. "Kejadiannya engga tahu juga, tiba-tiba disiram saja," ujarnya.

Saat kejadian, Nia sedang bersama dengan teman-temannya. Sekitar pukul 02.00 WIB, para pelaku menyiramkan air keras kepada korban.

"Orang enggak ada yang diambil, terus enggak ada rencanain ambil HP, jadi siram saja, enggak ada yang dikenalin juga pelakunya, karena pada panik juga," jelasnya.

Hanya Nia yang mengalami penyiraman air keras. Sementara enam temannya tidak disiram air keras. "Aku bertujuh orang tiga motor, yang empat kena cuma kena cipratan dikit doang," tuturnya.

Ternyata bukan hanya bagian muka Nia saja yang mengalami luka, tapi ada beberapa bagian tubuhnya yang terkena siram air keras. "Lukanya muka, leher, tangan, dada," ujarnya.

Saat ini pun Nia masih harus menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di bagian lainnya selain wajah. "Masih dicek lagi sama dokter bedahnya, jadi belum boleh pulang," ucapnya.

Rekomendasi