Aktivis Yogya peringati 40 hari meninggalnya Patmi Kartini Kendeng

Aktivis Yogya peringati 40 hari meninggalnya Patmi Kartini Kendeng. Para aktivis ini menggelar Ziarah Budaya dan tahlil untuk mendoakan Yu Patmi. Selain itu, ada rangkaian Festival Film Istimewa yang diputar di 27 titik di wilayah DIY. Film-film bertema lingkungan dan pembangunan yang tidak berpihak kepada rakyat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Aktivis Yogya peringati 40 hari meninggalnya Patmi Kartini Kendeng
Patmi peserta aksi cor kaki meninggal dunia. ©2017 Merdeka.com/istimewa

Ratusan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Jogja Tolak Pabrik Semen memperingati 40 hari meninggalnya Yu Patmi di UIN Sunan Kalijaga, Senin (24/4). Dia adalah salah seorang Kartini Kendeng yang meninggal saat menggelar aksi cor kaki di Jakarta menolak pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng Utara, Jawa Tengah.

Para aktivis ini menggelar Ziarah Budaya dan tahlil untuk mendoakan Yu Patmi. Koordinator Umum Aliansi Solidaritas Jogja Tolak Pabrik Semen, Himawan Kurniadi menuturkan, peringatan 40 hari meninggalnya Yu Patmi untuk meneguhkan kembali semangat menolak pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng Utara. Aliansi Solidaritas Jogja Tolak Pabrik Semen ini dibentuk sesaat setelah meninggalnya Yu Patmi.

"Ada berbagai acara yang kami lakukan di antaranya adalah aksi menolak kedatangan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kampus UMY dan UGM," jelas Himawan, Senin (24/4) malam.

Selain itu, ada rangkaian Festival Film Istimewa yang diputar di 27 titik di wilayah DIY. Film-film bertema lingkungan dan pembangunan yang tidak berpihak kepada rakyat diputar sejak 9-21 April.

"Puncaknya malam ini. Malam ini kami membuat acara Ziarah Budaya dan doa bersama untuk Yu Patmi. Selain tahlilan, ada juga orasi dari Alissa Wahid dan Hairus Salim," papar Himawan.

Himawan menambahkan, usai doa bersama dilanjutkan pentas musik. Sejumlah musisi hadir di acara ini. Di antaranya adalah Rebellion Rose, Spoer, Sickbrain, Havinhell, Momo Biru, John Tobing dan Melanie Subono.

"Ini acara solidaritas untuk Yu Patmi. Kami akan mengenang perjuangan Yu Patmi. Yu Patmi adalah simbol perlawanan terhadap pembangunan yang tidak berpihak kepada masyarakat dan lingkungan," papar Himawan.

Himawan menguraikan bahwa Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo harus mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA) yang telah membatalkan izin lingkungan pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng Utara, Jawa Tengah. Tetapi Ganjar justru menerbitkan surat izin baru untuk pendirian pabrik semen.

"Pembangunan pabrik semen di Kendeng harus dibatalkan. Apalagi ada rekomendasi dari Tim Pelaksana Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) mengatakan bahwa Cekungan Air Tanah (CAT) yang ada di Watuputih, Kendeng, adalah kawasan lindung dan terbebas dari aktivitas pertambangan," ucap Himawan.

Rekomendasi