Sejumlah bocah di pedalaman Borneo terekam mengenakan seragam putih merah yang terlihat begitu lusuh. Mereka menenteng kresek berisikan alat tulis. Kaki pun cuma beralaskan sendal, bagi yang tak punya, terpaksa 'nyeker'.Keterbatasan hidup ternyata tak menyurutkan semangat mereka berangkat sekolah ke SDN 04 yang terletak di Desa Sungkung, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Bocah-bocah ini ingin menjemput mimpinya agar hidup lebih baik.Potret kehidupan pelajar SD itu pertama kali diposting seorang guru bernama Anggit Purwoto lewat video instagram berjudul 'Pak Jokowi minta tas'. Anggit tengah mengikuti program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM3T) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selama satu tahun ke depan di sana.Begitu kagum Anggit pada anak-anak itu. Berjalan kaki sampai puluhan menit dengan medan yang sulit, mereka tempuh demi mengenyam pendidikan."Saya sampaikan ke anak-anak untuk fokus belajar jangan pedulikan kondisi. Tetap semangat menatap masa depan. Mereka punya mimpi," kata Anggit saat berbincang dengan merdeka.com, Minggu (2/4).
Menurut Anggit, tak hanya siswa, kondisi bangunan sekolah juga memprihatinkan. Namun yang paling dibutuhkan adalah seragam layak dan alat tulis."Kondisinya sangat membutuhkan. Ketika pelajaran tidak punya pensil karena kebutuhan pokok mahal," ungkap Anggit.Mewakili suara hati anak-anak pedalaman Borneo, dia meminta pemerintah melihat apa yang ada di hadapan Anggit selama beberapa waktu terakhir. Dia ingin anak-anak itu bisa menikmati masa sekolahnya selayaknya mereka yang bersekolah dengan alat tulis canggih dan gedung sekolah bagus seperti di kota-kota besar."Perhatikan pendidikan di pedalaman. Ibaratnya 'keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' benar ada. Tidak hanya di satu pulau saja," ungkap Anggit.Doa yang tulus dari anak-anak hebat itu dan tentunya Anggit seolah terjawab. Presiden merespons apa yang menjadi keluhan mereka setelah melihat video itu pada 5 April lalu. Kemudian, lewat stafnya, Presiden Jokowi meminta diantarkan peralatan sekolah untuk anak-anak di Bengkayang."Presiden langsung memerintahkan kepada sespri (Sekretaris Pribadi) untuk melihat dan mengeceknya secra langsung. Kemudian tim sudah berangkat ke sana, kemarin tanggal 6 (April) akan memberikan bantuan paket perlengkapan sekolah," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/4).
"Kalau SDN 04 Sungkung ada sekitar 140 siswa. Itu paketnya berisi seragam, tas sekolah, perlengkapan sekolah seperti buku tulis, alat tulis, ada tempat air minum, kemudian juga dilengkapi sepatu, gambar peta Indonesia, buku dan lain-lain yang berkaitan dengan (kegiatan sekolah) itu," kata Johan.
Tak hanya itu, Johan menjelaskan bantuan dari Presiden tak hanya diberikan ke SD 04 Sungkung. Namun juga diberikan ke SD lain yang membutuhkan yang lokasinya masih di sekitar dekat dengan SD 04 Sungkung. "Di daerah perbatasan itu Presiden juga meminta Sespri untuk mengirimkan timnya. Itu juga membantu SDN 09 di Senoleng, SDN 10 di Medeng, SDN 11 di Senebeh, kemudian juga SDN 07 di Kaput," ujar Johan. Diperkirakan barang-barang dari Presiden Jokowi akan tiba 9 April mendatang. Lamanya perjalanan karena untuk sampai ke lokasi jarak yang ditempuh cukup jauh."Untuk ke lokasi perjalannya, Jakarta-Pontianak-Entikong-Sungkung, itu perlu lewat jalan darat menggunakan truk 6 jam, kemudian menggunakan sungai 7-8 jam setelah itu perjalanan darat 1 jam," kata Johan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Advertisement
Ditambahkan Johan, kasus semacam ini memang menjadi perhatian khusus dari Presiden Jokowi. Itu sebabnya, postingan Anggit langsung direspons Jokowi dengan cepat.
"Respons yang cepat itu karena memang (Presiden) concern terhadap penduduk di perbatasan. Tentu setelah kejadian ini Presiden akan memberikan arahan juga kepada pembantunya," sambung Johan.Ditambahkannya, curhat anak-anak pedalaman Borneo itu seharusnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah Kalimantan Barat. Lewat bantuan ini, Johan mengatakan, sekaligus mengingatkan agar Pemerintah Daerah lebih memperhatikan setiap keluh kesah yang dirasakan oleh warganya."Ini juga tentu bagian dari mengingatkan kembali ke Pemerintah Daerah, dan ini sudah berkali-kali disampaikan oleh Presiden," jelas mantan Jubir KPK itu.