Ahok soal spanduk Jakarta bersyariah: Kamu mau nyolong potong tangan

Ahok mengatakan, tidak semua masyarakat ingin adanya peraturan daerah syariah‎ diterapkan di Ibu Kota. Walaupun mayoritas penduduk Jakarta memegang keyakinan agama Islam. "Aku enggak tau lah. Aku kira masyarakat juga, kamu mau kalau nyolong potong tangan?‎" kata Ahok.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok soal spanduk Jakarta bersyariah: Kamu mau nyolong potong tangan
Sidang ke-16 Ahok. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku telah mengetahui adanya spanduk bertuliskan 'Jakarta Bersyariah Bersama Anies Baswedan'. Namun, dia tidak terlalu banyak berkomentar mengenai keberadaan spanduk tersebut.Ahok mengatakan, tidak semua masyarakat ingin adanya peraturan daerah syariah‎ diterapkan di Ibu Kota. Walaupun mayoritas penduduk Jakarta memegang keyakinan agama Islam."Aku enggak tau lah. Aku kira masyarakat juga, kamu mau kalau nyolong potong tangan?‎" kata Ahok di Jalan H. Syaip, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (5/4). Spanduk dengan tulisan 'Jakarta Bersyariah Bersama Anies Baswedan' itu poin-poinnya menyebutkan diberlakukannya Perda polisi syariat dan Perda hukum cambuk bagi muda-mudi yang berpacaran. Kemudian Perda wajib berbusana muslim bagi PNS dan pelajar.Soal spanduk Jakarta Bersyariah ini, Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan membantah spanduk ini berasal dari kubunya. Justru, kata Anies, pihaknya merasa difitnah dengan beredarnya spanduk tersebut."Kita enggak mau sibuk sama itu (spanduk Jakarta bersyariah), itu fitnah-fitnah murahan, udah hafal," ujar Anies di kediamannya di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa, (4/04).Anies mengaku pihaknya tak terganggu dengan beredarnya spanduk Jakarta Syariah itu. Malah, ia semakin percaya diri jika programnya sudah tidak mampu lagi dikritik sehingga di ambil jalan fitnah untuk menjatuhkan dirinya. "Berarti program kita bagus, karena nggak bisa dikritik lagi. Berarti track recordnya bagus karena nggak bisa lagi (dikritik) maka pakainya fitnah. Fitnah kan apa yah, kalau udah nggak ada jalan lain," imbuh Anies.

Rekomendasi