Banyak program cocok, Nusron harap warga Madura di DKI pilih Ahok

Banyak program cocok, Nusron harap warga Madura di DKI pilih Ahok. Nusron menjelaskan, banyak program yang dijalankan Basuki - Djarot cocok dengan warga Madura yang dikenal sangat Islami. Misalnya memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Santri khusus bagi warga DKI Jakarta yang ingin mondok di Jawa dan daerah lainnya.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Banyak program cocok, Nusron harap warga Madura di DKI pilih Ahok
Nusron Wahid. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Indonesia I (Jawa dan Sumatera), Nusron Wahid didampingi sejumlah Ulama Madura menghadiri acara Pengajian Umum Peringatan Rajabiyah, bersama ribuan warga Madura se-DKI Jakarta, di Jalan Talang No 3, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/4) malam. Dalam acara itu sekaligus dilakukan Deklarasi Dukungan Warga Madura untuk pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Basuki-Djarot).Acara itu juga dihadiri KH Imam Buchori Cholil, cucu Mbah Cholil Bangkalan yang merupakan penggagas berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) bersama KH Hasyim Asy'ari. Nusron Wahid dalam sambutannya mengatakan, dukungan warga Madura di Jakarta mulai meningkat dengan adanya silaturahim antar warga Madura dengan para alim ulama yang memiliki kesamaan visi dengan pasangan Basuki-Djarot yang memang pro umat Islam."Datanya kan ada sekitar 200 ribu warga Madura di DKI Jakarta. Diharapkan mayoritas warga Madura di DKI Jakarta bisa memilih pasangan Basuki-Djarot pada Pilkada DKI putaran kedua 19 April mendatang," ujar Nusron seperti dilansir Antara, Senin (3/4).Nusron menjelaskan, banyak program yang dijalankan Basuki - Djarot cocok dengan warga Madura yang dikenal sangat Islami. Misalnya memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Santri khusus bagi warga DKI Jakarta yang ingin mondok di Jawa dan daerah lainnya."Jadi KJP Santri ini diperuntukkan bagi orang Jakarta yang ingin kirim anaknya jadi santri di Jawa Timur, Madura, Jawa Tengah, Jawa Barat dan daerah lainnya akan tetap dapat KJP dari Jakarta," jelas Nusron.Tidak hanya itu, Nusron juga menjelaskan bahwa bagi warga DKI Jakarta yang kuliah pun akan mendapat KJNU dengan nominal Rp 18 juta setahun. "Ini kan program pak Basuki-Djarot yang sangat bermanfaat bagi warga Madura yang banyak cari nafkah di Jakarta," imbuh Nusron.Perwakilan Warga Madura KH Ibnu Hazen mengatakan, bulan Rajab sangat istimewa salah satunya dengan membaca sholawat seperti dibacakan para jemaah warga Madura yang ada dalam peringatan Rajaban kali ini. "Silaturahim seperti malam ini manfaatnya sangat banyak. Panjang umur, menambah rejeki, sehat dan banyak sekali. Dan siapa yang memutus silaturahim dilaknat oleh Alloh SWT. Makanya kita tidak saling hujat, tak saling mengkafirkan sesama muslim," ujarnya.Ustaz Ibnu menambahkan, saling hujat saat ini banyak terjadi apalagi dalam pilkada DKI Jakarta. Bahkan ada yang memutus silaturahim padahal itu yang dibenci dan dilaknat oleh Allah SWT. "Kalau pilih nomor dua, jangan takut dikafirkan. Sebab itu hak prerogatif Allah SWT dan enggak boleh mengkafirkan. Enggak boleh saling mengkafirkan emangnya surga punya nenek moyang mereka," imbuh Ustaz Ibnu.Sebagai ulama muslim NU, Ustaz Ibnu mengaku terpanggil untuk menyampaikan program Ahok-Djarot. Sebab walaupun memang bukan orang muslim tetapi programnya lebih NU dari orang NU.

Rekomendasi