Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr berkunjung ke Jawa Timur. Lokasi yang dikunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Klenteng Hok Sian Kiong di Kecamatan Gudo, dan Patung Buddha Tidur di Maha Vihara Majapahit, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jatim, Kamis (2/3). Donovan mengaku terkesan dengan keberagaman dan pluralisme yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia dan AS.Joseph R Donovan Jr berkunjung ke Ponpes Tebuireng, Jombang, didampingi Konsul Jenderal AS di Surabaya Heather Variava beserta rombongan. Di Ponpes Tebuireng, perwakilan negara Paman Sam ini, menggelar pertemuan tertutup dengan Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid atau Gus Solah."Saya sangat terhormat Gus Solah meluangkan waktu, dan lebih memahami mengenai Indonesia dan Jawa Timur. Yang kami bahas pertukaran pelajar, beliau bertemu dan berdiskusi dengan para santri," kata Donovan.Donovan mengaku saat di Ponpes Tebuireng, sangat terkesan dengan keramahan para santri. Para santri memberikan sambutan yang ramah dan baik."Saya sangat bersyukur, para santri sangat ramah dan menerima saya dengan baik, selama kunjungan saya di Pesantren Tebuireng," ungkapnya. Setelah selesai berkunjung ke Ponpes Tebuireng, kunjungan dilanjutkan di Klenteng Hok Sian Kiong di Kecamatan Gudo. Di tempat ini, Donovan melihat proses pembuatan wayang potehi. Tak lama berada di Klenteng Hok Sian Ho, Dubes AS dan rombongan, berlanjut ke Maha Vihara Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Di Maha Viara Majapahit, Donovan dan rombongan melihat patung Buddha tidur yang lokasinya di sisi selatan vihara. Dia mengaku kagum dengan toleransi antar umat beragama di Indonesia, terutama di Jawa Timur."Keanekaragaman dan kekayaan budaya Jawa Timur sangat baik. Amerika Serikat dan Indonesia adalah negara yang besar dan majemuk, keanekaragaman dan pluralisme kekuatan dan sumber inspirasi bagi Amerika Serikat," terangnya.Sementara Konsul Jenderal AS di Surabaya Heather Variava mengatakan, akan berbagi pengalaman setelah selesai berkunjung dan melihat toleransi antar umat beragama serta kekayaan budaya di Jatim kepada para koleganya di AS."Saya akan berbagi pengalaman dengan teman teman saya di Amerika Serikat, bahwa keberagaman Indonesia sama dengan di Amerika Serikat," katanya.Pengurus Ponpes Tebuireng, KH Irfan Yusuf, mengatakan, kunjungan Dubes AS ini diharapkan bisa membuat kedua negara saling memahami. Terlebih setelah terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden AS yang salah satu kebijakanya tidak menerima kunjungan sejumlah warga negara Islam."Banyak kekhawatiran umat Islam tidak bisa berkunjung ke AS. Mudah-mudahan kedatangan Duta Besar AS dan rombongan ini bisa memperjelas hubungan baik Indonesia dan AS," pungkas Irfan.